Jumat 26 Apr 2024 15:41 WIB

Pergerakan Wisatawan di Yogyakarta Naik 75 Persen Selama Libur Lebaran

Dispar sebut pergerakan wisatawan di Yogyakarta naik 75 persen selama libur lebaran.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bilal Ramadhan
Pengendara terjebak macet di jalan menuju kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta. Dispar sebut pergerakan wisatawan di Yogyakarta naik 75 persen selama libur lebaran.
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pengendara terjebak macet di jalan menuju kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta. Dispar sebut pergerakan wisatawan di Yogyakarta naik 75 persen selama libur lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta menyebut pergerakan wisatawan naik selama periode libur Lebaran 2024 di Kota Yogyakarta. Bahkan, kenaikannya cukup signifikan jika dibandingkan dengan libur Lebaran 2023. 

“Pergerakan wisatawan naik 75 persen pada libur lebaran (2024) dibandingkan (libur Lebaran) 2023,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis (25/4/2024). 

Baca Juga

Wahyu menyebut, kawasan Tugu, Malioboro, dan Keraton (Gumaton) masih menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi selama libur Lebaran di Kota Yogyakarta. Hal ini menyebabkan kepadatan wisatawan masih berpusat di kawasan tersebut. 

Pihaknya pun berupaya untuk mengembangkan destinasi wisata alternatif lainnya, terutama di kawasan penyangga Malioboro. Seperti kawasan Kotabaru yang dikembangkan menjadi destinasi wisata malam guna memecah kepadatan wisatawan yang berpusat di Gumaton. 

Di Kotabaru, digelar sejumlah kegiatan untuk menghidupkan kawasan cagar budaya tersebut. Seperti kegiatan Kotabaru Ceria yang mulai digelar 27 April 2024, dan nantinya akan dilakukan rutin tiap satu bulan sekali. 

“Ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan, mayoritas masih pagelaran musik,” ucap Wahyu. 

Dikatakan Wahyu bahwa kegiatan yang digelar di kawasan Kotabaru ini merupakan masukan dari wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat menjadi alternatif bagi wisatawan untuk menikmati Kota Yogyakarta, terutama di malam hari. 

“Kegiatan ini merespon beberapa masukan yang kita laksanakan, saat Libur Lebaran banyak wisatawan yang memberikan masukan bagi Kota Yogya untuk memperbanyak event di malam hari. Ini kita laksanakan sebuah event yang tidak jauh dari Malioboro,” ungkapnya.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement