Rabu 17 Apr 2024 22:14 WIB

Dinkes Surabaya Imbau Masyarakat Jalankan PHBS Cegah Flu Singapura

Gejala awal flu Singapura adalah muncul tanda berupa lepuh atau luka di bagian mulut.

Bayi berusia satu tahun flu Singapura (ilustrasi). Masyarakat diimbau menjaga pola hidup bersih dan sehat  untuk mencegah flu Singapura.
Foto: EPA/LUONG THAI LINH
Bayi berusia satu tahun flu Singapura (ilustrasi). Masyarakat diimbau menjaga pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah flu Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Jawa Timur, mengimbau seluruh masyarakat di kota setempat tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini dinilai penting untuk mencegah terpapar penyakit, salah satunya flu Singapura.

"Antisipasi Flu Singapura dengan PHBS, seperti rutin mencuci tangan, tidak berbagi alat makan dan minum," kata Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina di Surabaya, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga

Masyarakat juga diimbau memperhatikan kebersihan perabotan di rumah yang berpotensi menjadi media penularan virus, seperti gagang pintu, meja, dan remote televisi. Nanik menjelaskan penyebab Flu Singapura dikarenakan infeksi strain coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16.

Gangguan kesehatan itu disebut juga dengan penyakit tangan, mulut, dan kaki atau hand, mouth, and foot disease (HMFD). Gejala awal yang ditimbulkan adalah muncul tanda berupa lepuh atau luka di bagian mulut. Kemudian adanya ruam di tangan dan kaki.

"Saat terjadi, gejala yang timbul umumnya ringan sehingga dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari," kata dia.

Tak hanya itu, bagi masyarakat yang baru tiba seusai mudik dan mendapati gejala demam, sakit tenggorokan, sariawan, nyeri lidah, serta gusi agar secepatnya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan masyarakat terdekat, sesuai anjuran pemerintah pusat. Pun demikian dengan munculnya ruam berwarna merah, putih, serta abu-abu yang tidak menimbulkan rasa gatal atau terlihat seperti benjolan kecil langkah serupa harus dilaksanakan.

"Kemudian nyeri perut, batuk, dan kehilangan selera makan," ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes setempat, pada periode Januari hingga April 2024 sudah ada laporan 61 kasus gejala Flu Singapura di Surabaya. Puluhan laporan itu masuk dari pihak fasyankes di Surabaya melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

"Dari kasus tersebut telah dilakukan tatalaksana layanan sesuai standar dan rawat jalan oleh dokter yang menangani," katanya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement