Sabtu 13 Apr 2024 15:01 WIB

Begini Kondisi Terkini Kereta Commuter Line Anjlok di WTC Mangga Dua

Penyebab terjadinya KRL anjlok masih diselidiki.

Rep: M Noor Alfian / Red: Agus raharjo
Sejumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek berjalan keluar dari gerbong usai tiba di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Jumat (12/4/2024). (Ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Sejumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek berjalan keluar dari gerbong usai tiba di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Jumat (12/4/2024). (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO–PT KAI Commuter Line mengungkapkan kondisi terkini menyebut jalur rangkaian kereta rel listrik (KRL) yang anjlok di lintas Stasiun Kampung Bandan-Rajawali tepatnya di depan WTC Mangga Dua sudah bisa dilintasi. 

“Jadi sekarang jadi dua jalur, sudah bisa dilalui tapi dengan kecepatan terbatas. Tadinya hanya satu jalur, sekarang sudah dua jalur, yang jalur anjlok sudah bisa dilalui,” kata External Relations & Corporate Image Care PT KAI Commuter Line, Leza Arlan, Sabtu (13/4/2024). 

Baca Juga

Pihaknya mengatakan untuk penyebab terjadinya anjlok tersebut. Pasalnya hal tersebut masih dalam tahap penyelidikan. 

“Untuk faktor masih dalam penyelidikan nanti yanah akan menjelaskan itu ada KNKT,” katanya. 

Selain itu, Leza mengatakan selama proses evakuasi dilakukan penerapan l penerapan rekayasa pola operasi. “Terlambat iya pasti, agar keterlambatan tidak sampai banyak akhirnya kita poting relasi. Biasanya kereta muter nanti hanya sampai Angke nanti balik lagi,” katanya. 

Di sisi lain, Leza mengatakan jalur yang anjlok bisa sendiri sudah bisa dilalui pertama pada pukul 12.00 WIB. Namun, jalur tersebut baru dapat dilalui dengan kecepatan 6 km per jam. 

“Jalur yang anjlok bisa dilalui kereta dengan kecepatan 6 km per jam. Yang satu jalur sudah bisa jalan. Jalur yang anjlok bisa dilalui kereta pertama per jam 12.00 WIB yang mau ke arah Kampung Bandan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengatakan untuk kecepatan akan dilakukan penambahan seiring berjalannya waktu. “Nanti kalau bisa dilalui ada pencabutan kecepatan, nanti naik kecepatan sampai perjalanan normal,” katanya mengakhiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement