Kamis 28 Mar 2024 14:56 WIB

Asesmen Rumah Terdampak Gempa Pulau Bawean Ditarget Rampung Sebelum Lebaran

Gempa susulan yang terus terjadi menimbulkan trauma yang mendalam bagi masyarakat.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus raharjo
Setelah diguncang gempa bumi pada Jumat (22/3/2024), Warga Bawean melakukan kegiatan ibadah di luar rumah atau masjid.
Foto: Dok Republika
Setelah diguncang gempa bumi pada Jumat (22/3/2024), Warga Bawean melakukan kegiatan ibadah di luar rumah atau masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gresik, Miko Herlambang memastikan, proses asesmen rumah rusak yang terdampak gempa di Pulau Bawean terus dikebut. Hingga saat ini, kata dia, sudah sekitar 600 unit rumah rusak di sejumlah desa yang dilakukan asesmen.

"Kemarin sudah 600-an rumah (yang selesai dilakukan asesmen). Ini timnya sudah ditambah lagi.  Ini teman-teman bergerak terus (melakukan asesmen) dari pagi sampai pagi," kata Miko kepada Republika.co.id, Kamis (28/3/2024). 

Baca Juga

Miko menjelaskan, asesmen tersebut dilakukan oleh tim dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik. Miko mengungkapkan, proses asesmen ditargetkan bisa rampung sebelum Lebaran Idul Fitri. Maka dari itu, kata dia, tim asesmen terus bergerak untuk melakukan penilaian terkait tingkat kerusakan rumah terdampak. 

"Kalau bisa sebelum lebaran (Idul Fitri 2024) proses asesmennya sudah selesai. Makanya ini proses asesmen terus jalan dari Dinas Kawasan Permukiman," ujarnya.

Selain itu, lanjut Miko, tim trauma healing juga terus bergerak memberikan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikologis warga terdampak. Sebab, kata dia, gempa susulan yang terus terjadi menimbulkan trauma yang mendalam bagi masyarakat. Dimana mereka tidak berani berlama-lama tinggal di dalam rumah.

"Kalau siang mereka berani (masuk rumah) sebentar, abis itu keluar lagi. Rumah walaupun aman, itu ya tetap gak berani mereka karena masih ada getaran sampai tadi pagi. Kalau kita malem ke sana, anak kecil pun tidurnya di teras semua. Padahal rumahnya masih aman, gak kenapa-kenapa," ucapnya. 

Miko menambahkan, jumlah psikolog yang terjun ke Pulau Bawean untuk memberikan trauma healing bagi warga terdampak gempa juga terus bertambah. Baik tim trauma healing yang berasal dari rumah sakit swasta maupun yang dikirim pemerintah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement