Senin 25 Mar 2024 16:18 WIB

Peluang Fifty-Fifty Nasdem Gabung Koalisi Pemerintahan Prabowo

Nasdem mengakui kini tengah mengkaji kemungkinan bergabung ke kubu Prabowo.

Presiden terpilih Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kiri) saat menyampaikan keterangan pers di Nasdem Tower, Jakarta, Jumat (22/3/2024). Kedatangan Prabowo Subianto tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus menyampaikan penghargaannya kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh atas ucapan selamat kepadanya, usai ditetapkan sebagai Presiden Terpilih oleh KPU pada Pemilu 2024.
Foto:

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan bahwa Prabowo Subianto ingin mengedepankan persatuan usai selesainya Pilpres 2024. Hal tersebutlah yang melandasi Prabowo untuk langsung bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

Menurutnya, tidak mudah untuk mengelola Indonesia yang sangat besar dan memiliki keberagaman. Karenanya, semua pihak harus kembali rukun usai gelaran kontestasi nasional dan bersama membangun bangsa.

"Tugas-tugas berat bangsa ini yang harus kita pikul bersama sudah ada di depan mata. Nah pemilu sebagai ajang kontestasi mungkin 99 persen sudah selesai dengan kemarin dinyatakannya oleh KPU bahwa Pak Prabowo sebagai pemenang dan Mas Gibran," ujar Habiburokhman di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (22/3/2024).

Demi persatuan tersebut, ia juga menyebut bahwa Prabowo juga akan bersilaturahmi ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Meskipun ia belum dapat mengkonfirmasi waktu dan tempat pertemuan keduanya.

"Bukan hanya Nasdem ya, ketemu jajaran pimpinan PPP juga. Ini adalah bagian dari implementasi politik merangkulnya Pak Prabowo bahwa memang kami ingin kita sebagai elite bangsa ini, kita mengedepankan persatuan dan kesatuan," ujar Habiburokhman.

Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK) Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan bahwa ihwal koalisi merupakan keputusan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pemenang pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Termasuk soal peluang bergabungnya Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam koalisi pemerintahan periode 2024-2029.

"Tentu bagi kami ya sepakat perkuatan parlemen ini penting, penguatan di parlemen penting, tapi siapa dan siapanya tentu akan dirangkul oleh Pak Prabowo. Ya itu sangat ditentukan Pak Prabowo itu sendiri," ujar Herman di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (25/3/2024).

Di samping itu, Prabowo bersama Gibran Rakabuming Raka adalah pemimpin rakyat Indonesia yang terpilih lewat proses demokrasi. Sehingga menurutnya, wajar jika Menteri Pertahanan (Menhan) itu merangkul banyak pihak untuk kebaikan bangsa ke depan.

"Karenanya saya kira harus memberikan apresiasi kepada Pak Prabowo yang sekarang justru aktif merangkul pihak manapun. Mungkin setelah kemarin pertemuan dengan Nasdem akan merangkul akan berkunjung ke partai-partai lain yang selama ini berseberangan," ujar Herman.

"Saya kira ini bagus untuk bagaimana merekatkan kembali residu-residu yang kemarin, yang terjadi akibat kemarin perbedaan pilihan, dan kemudian ini negara harus dibangun seluruh rakyat Indonesia, dan bagi kepentingan program presiden ke depan," sambung anggota Komisi VI DPR itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement