Sabtu 02 Mar 2024 15:05 WIB

Raihan Suara PSI 'Meledak' di Sirekap KPU, Bertambah Hampir 400 Ribu dalam 6 Hari

Angka persentase suara PSI kini menjadi 3,13 persen.

Rep: Febryan A/ Red: Andri Saubani
Presiden RI Joko Widodo bersama ketua umum PSI Kaesang Pangarep, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan sejumlah kader muda PSI, bertemu di Sun Plaza, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (7/2/2024) malam. Presiden Joko Widodo kembali memiliki agenda bertemu dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan kadernya. Dalam pertemuan itu, mereka sempat makan mie bersama. Mengenai penilaian terhadap Kaesang memimpin PSI, Jokowi meminta menunggu hasil Pemilu 2024.
Foto:

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie menyebut, 'ledakan' atau lonjakan drastis raihan suara partainya di laman publikasi Sirekap KPU merupakan hal yang wajar. Dia meminta semua pihak untuk tidak tendensius dan menggiring opini negatif terkait penambahan total raihan suara PSI dalam Pileg DPR RI 2024 itu.

"Penambahan, termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut," kata Grace dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/3/2024).

Grace menjelaskan, lonjakan suara itu wajar karena memang masih banyak data TPS yang belum masuk atau digunakan KPU dalam proses real count via Sirekap. Per Sabtu pukul 12.00 WIB, baru 65,73 persen data TPS yang digunakan KPU. Hasilnya, PSI tercatat meraih 3,13 persen suara secara nasional untuk Pileg DPR RI. 

"Hingga saat ini masih lebih dari 70 juta suara belum dihitung dan sebagian besar berada di basis-basis pendukung Jokowi di mana PSI mempunyai potensi dukungan yang kuat," kata Grace.

Grace juga merespons keraguan publik soal perbedaan raihan suara PSI versi hitung cepat (quick count) lembaga survei Indikator Politik Indonesia dan versi real count sementara KPU. Dia mengatakan, perbedaan raihan suara quick count dan real count juga terjadi pada partai lain.

Ia menjadikan PKB sebagai contoh. Hasil quick count menunjukkan bahwa partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu meraih 10,65 persen suara, sedangkan versi real count KPU sudah 11,56 persen. Ada selisih plus 0,91 persen.

Contoh lain adalah raihan suara Partai Gelora yang berdasarkan quick count 0,88 persen, sedangkan berdasarkan real count KPU sudah 1,44 persen. Ada selisih plus 0,55 persen.

PSI sendiri, lanjut dia, tercatat meraih 2,66 persen suara versi quick count. Adapun versi real count sementara KPU, PSI meraih 3,12 persen suara. Ada selisih plus 0,47 persen.

Grace menegaskan, selisih raihan suara PSI versi quick count dan real count jelas lebih kecil dibanding PKB dan Gelora. Karena itu, dia heran mengapa publik hanya menyoroti lonjakan raihan suara PSI.

"Kenapa yang disorot hanya PSI? Bukankan kenaikan dan juga penurunan terjadi di partai-partai lain? Dan itu wajar karena penghitungan suara masih berlangsung," kata caleg PSI di Dapil Jakarta III itu.

Dia meminta semua pihak  bersikap adil dan proporsional dalam melihat lonjakan suara PSI. Dia juga mengajak semua pihak untuk menantikan hasil penghitungan akhir KPU dan jangan "menggiring opini yang menyesatkan publik".

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement