Jumat 01 Mar 2024 06:47 WIB

Pengamat: Suara Naik Signifikan, Bukti PKS 'Bergerilya' Perluas Basis Massa

Pengamat menilai kenaikan suara yang signifikan bukti PKS memperluas basis massa.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Alat peraga kampanye bendera PKS terpasang di Jalan Mampang, Jakarta. Pengamat menilai kenaikan suara yang signifikan bukti PKS memperluas basis massa.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Alat peraga kampanye bendera PKS terpasang di Jalan Mampang, Jakarta. Pengamat menilai kenaikan suara yang signifikan bukti PKS memperluas basis massa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpotensi melaju ke Senayan untuk periode 2024-2029, dengan perolehan suara sementara yang tinggi. Pengamat menilai PKS berusaha memperluas basis massa sehingga memperoleh keunggulan di sejumlah wilayah pada pileg kali ini.

Berdasarkan hasil perhitungan suara atau real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pileg DPR, per Kamis (29/2/2024) pukul 17.00 WIB partai berlambang dua bulan sabit dan padi itu meraih 5.743.890 suara atau 7,54 persen secara nasional. Adapun data untuk Pileg DPR secara nasional telah masuk sebanyak 539.533 dari 823.236 tempat pemungutan suara (TPS) atau sekitar 65,54 persen.

Baca Juga

Jika diperinci per wilayah provinsi, PKS tampak jawara di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan data dari 17.119 TPS dari total 30.766 TPS atau 55,64 persen di DKI Jakarta, sementara PKS berhasil meraih 329.982 suara atau 19,26 persen. Raihan itu jauh di atas PDIP di posisi kedua dengan raihan suara 272.850 atau 15,93 persen.

Di Provinsi Jawa Barat, PKS masuk di tiga besar. Dengan data yang masuk 60,92 persen atau 85.568 dari 140.457 TPS, PKS mendapatkan sebanyak 1.377.121 suara atau 12,02 persen. PKS berada di bawah Partai Golkar dengan raihan suara 1.908.975 atau 16,67 persen dan Partai Gerindra sebanyak 1.788.133 atau 15,61 persen.

Dengan raihan suara tersebut, PKS bisa dibilang menjadi jawara di Ibu Kota dan top three di Jawa Barat. Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai bahwa PKS melakukan upaya memperluas basis massa sehingga mencapai keunggulan di sejumlah dapil.

“Kelihatannya PKS membangun basis massanya dalam lima tahun terakhir karena mereka itu pecah dengan Partai Gelora, maka suka tidak suka senang tidak senang harus menyolidkan diri harus bersatu agar suaranya tidak tergerogoti atau tidak diambil Partai Gelora,” kata Ujang saat dihubungi Republika, Kamis (29/2/2024).

Menurutnya, perluasan basis dukungan yang dilakukan PKS diantaranya dengan tidak hanya merambah kalangan muslim Muhammadiyah, tetapi juga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin. Sehingga perlahan kalangan itu bergerak dekat dengan PKS.

“Selama ini kan PKS dikenal dengan irisan lebih dekat ke Muhammadiyah, lebih dekat gerakan ke Timur Tengah, sekarang PKS di berbagai tempat banyak melakukan strategi menyebarkan dukungan memperluas dukungan ke kalangan lain seperti NU. PKS juga ikut tahlilan atau apalah yang itu sebenarnya menjadi wilayah kekuatan NU maupun PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan), tapi dimasuki juga oleh PKS,” jelasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement