Senin 26 Feb 2024 08:24 WIB

Polisi Kediri Usut Mayat Perempuan dengan Luka di Depan Kamar Mandi Kekasih

Korban ditemukan pertama kali oleh paman kekasihnya.

Ilustrasi Penemuan Mayat
Foto: Foto : MgRol_92
Ilustrasi Penemuan Mayat

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Aparat Kepolisian Sektor Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengusut temuan mayat perempuan di depan kamar mandi rumah kekasihnya, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Kapolsek Pare AKP Bowo Wicaksono mengemukakan korban bernama DR (19 tahun), warga Kelurahan Pare. Ia ditemukan meninggal dunia di depan kamar mandi rumah kekasihnya dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Baca Juga

"Kami masih mendalami penyelidikan dan pemeriksaan saksi saksi. Untuk korban kami bawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk autopsi," katanya di Kediri, Ahad (25/2/2024).

Ia mengatakan korban ditemukan pertama kali oleh paman kekasihnya, Iwan Susanto, yang baru pulang dari berjualan nasi goreng bersama istrinya Wiwik. Saat sampai di rumah, Iwan ke kamar mandi dan mengetahui korban DR berada di depan kamar mandi dengan posisi tengkurap. Ia juga mengecek dan langsung kaget, sebab menemukan korban sudah meninggal dunia.

 

Mengetahui itu, Iwan memberitahu istrinya dan sejumlah kerabat lainnya. Selain itu, juga memberi tahu Handi Santoso, ayah dari Andi Hermawan yang merupakan kekasih korban. Handi dan Iwan tinggal bersebelahan rumah dengan kamar mandi bersama, di Jalan Letjen Sutoyo RT 40 RW 11, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Temuan itu juga dilaporkan ke polisi. Petugas yang mendapati itu kemudian ke lokasi tempat kejadian perkara. Kemudian, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka di anggota tubuhnya termasuk luka di leher korban.

Untuk itu, polisi membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Kediri untuk proses autopsi. Polisi ingin memastikan penyebab kematian korban.

Kendati ada luka di bagian leher, Kapolsek mengaku belum bisa memastikan itu adalah luka bekas cekikan. Hingga kini, pihaknya masih menunggu hasil autopsi.

Ia menambahkan, sesuai dengan informasi dari keluarga, setelah Hari Raya Idul Fitri 2024 akan diadakan lamaran. Namun, polisi belum masih menunggu informasi lebih lanjut. Sejumlah saksi diperiksa termasuk kekasih korban.

"Kami masih menunggu hasil autopsi. Luka di leher yang mencurigakan. Kalau luka lainnya di pelipis," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement