Senin 05 Feb 2024 18:43 WIB

Hujan Deras di Jakarta, Jalan DI Panjaitan Banjir Lebih dari 50 Cm

Sejumlah motor mogok karena nekat melintasi jalan DI Panjaitan yang terendam banjir.

Rep: Antara/ Red: Qommarria Rostanti
Kendaraan melintas di jalan yang terendam banjir di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cimpedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (5/2/2024).
Foto: Dok. ANTARA/Syaiful Hakim
Kendaraan melintas di jalan yang terendam banjir di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cimpedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (5/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta pada Senin (5/2/2024) menyebabkan ruas jalan di Jalan DI Panjaitan pada kedua arah, baik Kecamatan Makasar maupun Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, banjir hingga lebih 50 sentimeter (cm). Akibatnya, sejumlah sepeda motor mogok karena nekat melintas di jalan yang terendam banjir tersebut.

Banjir tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di dua arah itu tersendat. Untuk menghindari kedalaman air, beberapa pengendara yang melintas mengambil sisi jalan paling kanan, yang lebih tinggi permukaannya.

Baca Juga

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cipinang Cimpedak, Kecamatan Jatinegara, M Taufik menjelaskan, saat ini air perlahan mulai surut. "Tadi awalnya selutut orang dewasa, sekarang udah hampir semata lagi. Alhamdulillah, tadi perkiraan sempat di atas 50 cm, paling tinggi, surut perlahan sekarang," jelas Taufik.

Ketinggian air, kata dia, juga terjadi di kedua arah, baik sisi di wilayah Kecamatan Jatinegara maupun Kecamatan Makasar. “Iya dua arah banjirnya kiri kanan, yang satu kanan itu arah dari Tanjung Priok ke Cililitan yang kiri dari arah Cililitan ke Tanjung Priok," ucapnya.

 

Salah satu pengendara motor, Igo mengaku sepeda motormya mogok karena memaksakan melintas di jalan yang terendam banjir. "Saya melintas dari arah dari Condet ke Rawamangun, motor saya mati karena banjir lumayan tinggi ada di atas 50 cm," ujarnya.

Dia berharap pemerintah daerah dapat segera mencari solusi terkait hal tersebut. "Seharusnya dirapikan gorong-gorongnya, banyakin karyawan untuk lingkungan untuk mengatur ini, karena terganggu banget mau kerja juga tidak bisa jadi karena terhambat," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement