Kamis 01 Feb 2024 16:12 WIB

Tom Lembong Prihatin Atmosfer Menteri di Kabinet Jokowi Ingin Mundur

Thomas Lembong prihatin dengan kabar-kabar mengenai menteri tidak nyaman.

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra
Co-Kapten Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar (Amin), Thomas Lembong.
Foto: Republika.co.id/Eva Rianti
Co-Kapten Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar (Amin), Thomas Lembong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Co-Kapten Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar (Amin), Thomas Lembong mengomentari tentang wacana sejumlah menteri yang mundur dari kabinet Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hingga kini terbukti mundurnya Mahfud MD dari jabatan menko polhukam, yang juga cawapres nomor urut 3.

"Saya mau mengingatkan ya, kepada kita semua bahwa tidak semua hal harus diukur dari untung rugi elektoral, jadi saya kira kabar-kabar kemarin mengenai menteri-menteri yang tidak nyaman dan berwacana untuk mundur itu memprihatinkan buat negara," kata Tom Lembong dalam diskusi bertajuk 'Dampak Sosial UU Ciptaker' di DPTP PKS, Jakarta Selatan, Kamis (1/2/2024).

 

Tom mengatakan, hal itu merupakan fenomena yang buruk dalam pemerintahan Indonesia. Permasalahan mundurnya menteri dari pemerintahan incumbent, menurut Tom, tidak baik untuk bangsa ini.

"Jadi kami sama sekali tidak gembira dengan fenomena itu karena itu buruk buat negara dan jangan bicara menguntungkan secara elektoral atau semacam itu," ucap eks mendag tersebut.

Tom mengaku, secara pribadi menyayangkan jika para menteri mundur dari kabinet hanya semata untuk meningkatkan elektoral. "Ini saya kira kalau saya pribadi sih menilai itu kurang layak, ini sudah urusannya negara, jadi kita sangat disiplin untuk tidak mengeksploitasi hal-hal yang memprihatinkan sekadar demi manfaat elektoral," ujarnya.

Sebelumnya, Mahfud MD resmi mengumumkan mundurkan dari jabatannya sebagai menko polhukam RI. Pengunduran diri Mahfud tersebut merupakan komitmennya untuk menjaga independensi selama proses Pilpres 2024.

Mahfud mengatakan, pengunduran diri dari jabatan menko polhukam sebenarnya telah dibicarakan sejak dirinya diusung sebagai cawapres mendampingi Ganjar Pranowo. Menurut Mahfud, nilai independensi selama proses pemilihan yang berlangsung pada 14 Februari dan proses setelahnya sangat penting.

"Saya juga telah mengemas seluruh barang pribadi, dan telah siap keluar dari rumah dinas dan melepaskan seluruh fasilitas negara," kata Mahfud dalam keterangannya pada Rabu (31/1/2024).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement