Kamis 01 Feb 2024 16:01 WIB

Serukan Pemilu Damai, Lora-Santri Madura Gelar Istighosah dan Dzikir Akbar

Kegiatan istighosah ini memiliki dua tujuan utama.

Paguyuban Lora dan Santri Madura menggelar istighosah dan dzikir akbar dalam rangka mewujudkan Pemilu 2024 aman dan damai.
Foto: Dok. Plsm
Paguyuban Lora dan Santri Madura menggelar istighosah dan dzikir akbar dalam rangka mewujudkan Pemilu 2024 aman dan damai.

REPUBLIKA.CO.ID, MADURA -- Paguyuban Lora dan Santri Madura menggelar istighosah dan dzikir akbar dalam rangka mewujudkan Pemilu 2024 aman dan damai, Rabu (31/1/2024). Kegiatan yang bertajuk "Deklarasi Ghiroh Lora-Santri Madura Mengawal Pemilu 2024 Aman dan Damai" dihelat di Aula Pondok Pesanten Darul Ulum, Banmaleng, Sumenep, Jawa Timur.

Bekerjasama dengan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Giliraja, istighosah dan dzikir akbar digelar sebagai ikhtiar masyarakat, utamanya kalangan kiai dan santri, untuk mendorong kontestasi Pemilu 2024 damai dan sejuk. Dalam upaya penguatan kesadaran politik masyarakat, Paguyuban Lora dan Santri Madura bersama MWC NU Giliraja berkomitmen mengawal proses pemilu damai.

Baca Juga

Hadir pada kegiatan tersebut sejumlah kiai yang sekaligus pengurus mustasyar dan syuriah MWC NU Giliraja, antara lain Kiai Mulyadi, KH. Ainur Rahman, K. Muhammad Adi Aziz, K. Abd. Halim Al A’la, K. Adam, dan K. Abd. Ghani. Selain itu, hadir sejumlah tokoh masyarakat, baik dari perangkat pemerintah hingga pengurus organisasi keagamaan di wilayah setempat. 

Ketua Paguyuban Lora dan Santri Madura sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Kiai Adam menjelaskan, kegiatan istighosah ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, kata dia, istighosah dalam rangka memperingati  Isra Mi’raj Nabi Muhammad dan Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama.

“Kedua, dan tak kalah penting, istighosah dan dzikir dalam rangka bermunajat untuk membawa suasana Pemilu 2024 bebas dari keretakan sosial, disintegrasi dan perpecahan dalam masyarakat. Kita mengetuk jalur langit dengan harapan proses Pemilu 2024 berjalan aman, sejuk, damai, dan berkualitas,” kata Adam.

Adam mengatakan, Pemilu 2024 merupakan proses politik dalam rangka memilih calon pemimpin eksekutif hingga legislatif. Tentu, pemilihan pemimpin akan selalu ada percik konflik. Namun begitu, lanjut dia, kedewasaan politik harus menguatkan masyarakat sebagai pemilih untuk tetap berpegang pada prinsip persaudaraan dan keadaban.

“Berbeda pilihan tentu saja boleh. Tetapi, dalam proses Pemilu, perbedaan pilihan jangan sampai menjadi alasan permusuhan dan konflik horisontal dalam masyarakat. Menghargai pilihan politik dengan tetap mengedepankan keadaban, persaudaraan, dan welas asih,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua MWC NU Giliraja, Ach. Fauzan, menerangkan, ikhtiar untuk menyejukkan Pemilu 2024 juga menjadi tanggungjawab semua orang, tidak hanya pemerintah. Nahdlatul Ulama Giliraja, lanjutnya, juga bertanggungjawab untuk meminimalisir potensi kerusuhan, permusuhan, dan disintegrasi masyarakat jelang dan pasca Pemilu.

“Kami mengajak semua orang, tokoh agama, pemangku kebijakan, masyarakat umum, untuk bersama-sama mengawal Pemilu 2024 besok tetap aman tanpa permusuhan. Kami berharap, kiai dan santri nahdliyyin di setiap dusun dan kampung mampu mengajak masyarakat untuk memilih dengan santun dan damai,” kata dia.

“Dalam proses politik yang tentu saja eskalasinya sudah makin tinggi ini, kami berharap penyelenggara pemilu dan tokoh agama mampu mengedukasi masyarakat untuk tidak menggunakan isu SARA dalam pemilu. Bagaimanapun, isu ras dan agama mampu meretakkan keakraban bersaudara,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri ratusan undangan berlangsung khidmat dan tertib. Pembacaan istighosah dan dzikir akbar dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, K. Huda. Setelah itu, pembacaan teks Deklarasi Damai yang berisi lima poin komitmen dibacakan K. Huda dan diikuti oleh semua undangan. Kegiatan diakhiri dengan doa yang dipimpin K. Abd. Halim Al A’la.

Seperti dilansir dari Antara, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah mengeluarkan Keputusan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Serentak Tahun 2024.

Dalam keputusan tertanggal 31 Januari 2022 yang ditandatangani oleh Ketua KPU RI, Ilham Saputra, itu disebutkan bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 Februari 2024.

Tahapan pesta demokrasi lima tahunan ini telah dimulai pada tanggal 14 Juni 2022. Ketentuan ini mengacu kepada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang menyebutkan bahwa tahapan pemilu dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara.

Setidaknya ada 24 partai politik peserta yang menjadi peserta pemilu pada Pemilu Serentak 2024, terdiri dari 18 partai nasional dan enam partai lokal Aceh. Masing-masing, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Buruh, Partai Gelombang Rakyat Indonesia (GELORA), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), dan Partai Hati NUrani Rakyat (HANURA).

Selanjutnya, Partai Garda Perubahan Indonesia (GARUDA), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (PERINDO), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Ummat.

Dari partai lokal Aceh yang menjadi peserta Pemilu 2024 masing-masing Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh (PAS Aceh), Partai Generasi Aceh Beusaboh Tha’at dan Taqwa, Partai Darul Aceh, Partai Nanggroe Aceh dan Partai Sira (Soliditas Independen Rakyat Aceh).

Selain menetapkan jumlah partai politik peserta Pemilu 2024, KPU juga telah menetapkan calon legislatif dari sejumlah partai politik peserta pemilu dan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Masing-masing pasangan Capres/Cawapres Anies Rasyid Baswedan dan Muhaiman Iskandar dengan nomor urut 1, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan nomor urut 2, serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan nomor urut 3.

Pasangan Anies-Muhaimin diusung oleh tiga partai politik, yakni NasDem, PKB, dan PKS. Prabowo-Gibran diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Garda Republik Indonesia (Garuda), Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sedangkan pasangan Ganjar-Mahfud diusung oleh oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

 

Saat ini, tahapan Pemilu 2024 telah memasuki masa kampanye, baik kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden, serta kampanye partai politik peserta pemilu dalam bentuk pertemuan terbatas, dialog terbatas dan pemasangan alat peraga kampanye. Kampanye dalam bentuk rapat umum masih akan digelar sejak 21 Januari 2024.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement