Kamis 11 Jan 2024 22:42 WIB

Diantar ke Rumah, Penerima Bansos: Pos Indonesia Memudahkan

Bansos merupakan bentuk perhatian negara di tengah kehidupan masyarakat lemah.

Petugas Pos Indonesia memberikan langsung bantuan sosial kepada penerima di Banyuwangi.
Foto: Pemda Banyuwangi
Petugas Pos Indonesia memberikan langsung bantuan sosial kepada penerima di Banyuwangi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI — PT Pos Indonesia (Persero) telah menyalurkan  bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako triwulan IV tahun 2023 di Banyuwangi, Jawa Timur. Pada penyaluran tersebut para penerima bansos atau biasa disebut keluarga penerima manfaat (KPM) merasa sangat terbantu karena Kantorpos memudahkan pencairan bantuan.

Nurjana selaku wali dari KPM Suwarni mengakui kehadiran Kantorpos memudahkan karena bantuan diantarkan langsung ke rumahnya. Hal ini karena Suwarni masuk kategori lanjut usia (lansia) dan dalam kondisi sakit, sehingga bantuan diantarkan langsung ke rumah atau door to door oleh petugas Pos.

Baca Juga

"Sangat memudahkan. Kondisi mbah (Suwarni) kan enggak bisa jalan. Kalau jalan mesti jatuh. Jadi saya berterima kasih terutama sama Pak Jalil (petugas juru bayar) yang sering membantu. Bantuan yang sekarang Rp 400 ribu, tapi kalau untuk apa itu enggak tahu. Kadang untuk beli singkong, roti, pampers (popok dewasa). Kemarin juga sempat sakit, uang bantuannya itu saya belikan obat sesak napas," kata Nurjana.

Lantaran sudah berusia lanjut dan sakit-sakitan, Suwarni menggantungkan hidup pada keluarga, terutama untuk kebutuhan makan.

"Kalau mbah enggak ada pendapatan sama sekali. Yang ngasih itu saudaranya, keponakannya. Mbah kesehariannya enggak ngapa-ngapain," ucapnya.

Adanya bantuan PKH dan bansos sembako dari pemerintah cukup membantu meringankan perekonomian Suwarni dan Nurjana. Oleh karena itu Nurjana berharap akan terus menerima bantuan.

"Kalau bisa bantuan diperbanyak. Soalnya sehari-hari enggak ada pendapatan sama sekali. Saya membantu sekedarnya saja, soalnya saya punya anak. Kondisi saya juga enggak begitu mampu. Paling saya bisa membantu cuma merawat saja," katanya.

"Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi atas bantuannya untuk nenek saya. Semoga Bapak Jokowi sehat selalu. Saya tidak lupa berterima kasih kepada Kantorpos dan Pak Djalil yang memberikan bantuan kepada nenek saya, langsung diantarkan ke rumah," ucapnya menambahkan. 

KPM lainnya yang menerima bansos dengan diantarkan langsung ke rumah adalah Nawiyah. Usianya sudah 80 tahun dan kondisinya sakit-sakitan, tak bisa beranjak dari ranjang.

"Ibu saya sudah beberapa tahun di atas ranjang ini. Jadi kalau ada bantuan, memang kadang-kadang kalau bisa saya yang ambil. Sekarang diantarkan langsung oleh Pak Pos (petugas Pos Indonesia) yang datang ke sini. Sangat memudahkan saya, karena saya sambil menjaga anak-anak saya," kata Husnur Hotimah, anak Nawiyah.

Bantuan dari pemerintah ini sangat membantu kehidupan Nawiyah karena nyaris tak memiliki pendapatan. Suaminya telah tutup usia setahun silam. Sang anak, Husnur, pun saat ini berstatus janda karena suaminya juga telah meninggal.

"Sebelumnya saya sudah pernah terima bantuan BLT, sembako, dan PKH. Uangnya dipakai untuk kebutuhan ibu saya, untuk beli pampers (popok dewasa), beli snack yang empuk-empuk," ujarnya. 

Husnur mewakili ibunya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diterimanya.

"Terima kasih Presiden Jokowi dan juga pemerintah, dan Kantorpos yang sudah mengantarkan bantuan ini. Insya Allah bermanfaat, meringankan kami semua. Semoga ke depannya menjadi lebih baik dan pemerintah semakin maju," katanya.

Sementara itu Jalil selaku petugas juru bayar dari Kantor Pos Genteng, Banyuwangi, menuturkan para KPM yang menerima bansos rata-rata memang sangat membutuhkan. Perekonomian mereka pas-pasan. 

"Di Kantor pos ini saya bekerja sudah 15 tahun. Saya menjadi petugas juru bayar mengantarkan bantuan ke rumah KPM, perasaannya senang bertemu sama orang. Saya diberi tugas mengantarkan untuk satu kecamatan, berarti lima desa," kata Jalil. 

Dalam menunaikan tugas antaran, Jalil menjelaskan kadang menemui kendala dalam mencari alamat rumah KPM.

"Kendalanya itu kalau datang ke rumah-rumah enggak ada. Terus kadang penerima enggak sabar, sudah tanya 'Pak kapan ke rumah, kapan ke rumah, ya sabar.' Ini satu kecamatan cuma saya sendiri yang datang antar bantuan ke rumah-rumah," ucapnya.

Lebih lanjut Jalil mengatakan dirinya dan Kantorpos selalu siap menyalurkan bantuan sosial dari pemerintah kepada penerima.

"Saya siap membantu masyarakat. Kantorpos di sini pusatnya di Banyuwangi siap membantu. Kalau ada apa-apa Kantorpos siap membantu," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement