Senin 11 Dec 2023 14:30 WIB

Disindir BEM UGM, Jokowi: Saya Ingatkan, Ada Etika Sopan Santun Ketimuran

Presiden Jokowi mengingatkan ada etika sopan santun ketimuran terkait kritik BEM UGM.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan
Presiden Jokowi. Presiden Jokowi mengingatkan ada etika sopan santun ketimuran terkait kritik BEM UGM.
Foto: Dok Laily Rachev/ Biro Pers Sekr
Presiden Jokowi. Presiden Jokowi mengingatkan ada etika sopan santun ketimuran terkait kritik BEM UGM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BEM KM UGM menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumnus UGM yang paling memalukan. Menanggapi hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai sindiran tersebut merupakan bagian dari demokrasi di Indonesia.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya etika sopan santun dan budaya ketimuran yang juga perlu dilakukan. "Ya itu proses demokrasi boleh-boleh saja. Tetapi perlu saya juga mengingatkan, kita ada etika sopan santun ketimuran," kata Jokowi di Stasiun Pompa Ancol Sentiong, Jakarta, Senin (11/12/2023).

Baca Juga

Jokowi juga menilai kritikan tersebut merupakan hal yang biasa saja. "Ya biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya BEM KM UGM menobatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai alumnus UGM paling memalukan. Ketua BEM KM, Gielbran Muhammad Noor, mengatakan langkah tersebut merupakan wujud kekecewaan mahasiswa UGM.

"Ini wujud kekecewaan kita sebagai mahasiswa UGM juga bahwa sudah hampir dua periode Pak Jokowi memimpin, tapi pada kenyataannya masih banyak permasalahan fundamental yang sampai sekarang belum tuntas terselesaikan," kata Gielbran di UGM, Jumat (8/12/2023).

Gielbran mengatakan Jokowi dinilai tidak mencerminkan nilai UGM. Ia menjabarkan setidaknya ada tiga indikator Jokowi layak menyandang nominasi tersebut. Pertama, anjloknya demokrasi selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi.

Kedua, di akhir jabatannya Jokowi menghendaki perpanjangan kekuasaan. Ketiga, terpampang jelasnya dinasti politik. "Oleh karena itu saya rasa pantas menobatkan alumnus UGM paling memalukan," ucapnya.

Selain itu, BEM KM UGM juga menyoroti soal lemahnya pemberantasan korupsi. Ironisnya, di kepemimpinan Presiden Jokowi juga garda terdepan pemberantasan korupsi justru menjadi pelaku kriminal.

"Belum bicara soal kebebasan berpendapat revisi UU ITE sangat amat mudah mempermudah aktivis untuk dikriminalisasi," ungkapnya.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti merosotnya indeks demokrasi. Karena itu hari ini menjadi momentum penting bagi BEM KM untuk menobatkan Presiden Jokowi sebagai alumnus paling memalukan.

"Saya rasa tidak ada momentum lain selain sekarang untuk menobatkan beliau sebagai alumnus paling memalukan," kata dia.

Berdasarkan pantauan Republika, banner berukuran 3x4 terpampang di sekitaran Bundaran UGM pada Jumat (8/12/2023). Banner tersebut menampilkan sosok Jokowi dalam dua sisi.

Setengah sisi menampilkan Jokowi mengenakan jas hitam dan mengenakan mahkota. Setengah sisi lainnya memperlihatkan Jokowi mengenakan jaket almamater UGM dan menggunakan caping.

"Penyerahan Nominasi Alumnus UGM Paling Memalukan Mr Joko Widodo," bunyi banner tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement