Jumat 01 Dec 2023 11:28 WIB

Puluhan Rumah di Kabupaten Malang Rusak Akibat Hujan Badai

Enam rumah di Desa Kemantren dan Puskesmas Jabung, rusak akibat hujan deras.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Rumah milik warga Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (1/12/2023), atapnya beterbangan akibat angin kencang pada Kamis (30/11/2023).
Foto: Republika.co.id
Rumah milik warga Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (1/12/2023), atapnya beterbangan akibat angin kencang pada Kamis (30/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, puluhan rumah serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah tersebut. Hujan badai juga merobohkan beberapa pohon hingga melintangi jalan.

"Peristiwa itu terjadi kurang lebih pukul 14.00-15.00 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis malam WIB.

Puluhan bangunan yang mengalami kerusakan tersebut berada di tiga kecamatan. Di Kecamatan Jabung, misalnya sebanyak 28 rumah rusak dengan rincian 14 rumah berada di Desa Sukolilo, enam rumah di Desa Kemantren, dan enam rumah di Desa Jabung. Selain itu, dua sekolah dan atap Puskesmas Jabung rusak.

Kemudian di Kecamatan Singosari, hujan deras disertai angin kencang pada pukul 14.00 WIB menyebabkan kerusakan puluhan rumah di wilayah Kelurahan Candirenggo, Desa Dengkol, Desa Gunungrejo, dan Desa Banjararum. "Di Kecamatan Singosari ada empat titik terdampak," kata Sadono.

 

Dia memerinci di Kelurahan Candirenggo tercatat ada 13 rumah yang mengalami kerusakan, Desa Dengkol tiga rumah rusak, Desa Gunungrejo 27 rumah rusak, dan di Desa Banjararum satu tempat usaha mengalami kerusakan. "Untuk di Desa Gunungrejo, satu rumah mengalami rusak berat sehingga penghuni rumah mengungsi," katanya.

Sementara di Kecamatan Karangploso dilaporkan tujuh rumah mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi kurang lebih pada pukul 14.30 WIB. Di wilayah itu, kerusakan terjadi pada atap rumah yang terbang terbawa angin.

"Hujan lebat disertai angin terjadi di wilayah Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, mengakibatkan tujuh rumah mengalami kerusakan di bagian atap," ujar Sadono.

Pihaknya memperkirakan nilai kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 150 juta di wilayah Karangploso. Sementara di dua kecamatan lainnya masih dalam penghitungan. "Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa bencana tersebut," ucap Sadono.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement