Ahad 26 Nov 2023 20:11 WIB

Wapres RI: Perbedaan Pilihan Pemilu adalah Niscaya, tak Perlu Perpecahan

Ma’ruf mendorong agar para WNI tetap memilih calon pemimpin bangsa pada Pemilu 2024.

Wakil Presiden KH Maruf Amin saat berdialog dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di Slovakia, Wina-Austria maupun Hungaria di Bratislava, Slovakia, Ahad (26/11/2023).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat berdialog dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di Slovakia, Wina-Austria maupun Hungaria di Bratislava, Slovakia, Ahad (26/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BRATISLAVA -- Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengatakan bahwa perbedaan pilihan dalam Pemilu 2024 adalah hal yang niscaya sehingga tidak perlu menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang niscaya. Kalau pemilihan umum kan beda, kalau satu saja semuanya bukan pemilihan umum namanya, betul apa tidak?” kata Wapres Ma’ruf dalam Dialog Kebangsaan Wapres RI dengan Masyarakat Indonesia di Slovakia, Bratislava, Slovakia, Ahad (26/11/2023).

Baca Juga

Wapres Ma'ruf meminta para Warga Negara Indonesia (WNI) di Bratislava menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024. “Gunakanlah hak konstitusional tanpa harus menimbulkan perpecahan,” ujarnya.

Wapres Ma’ruf mengharapkan tingkat partisipasi pemilih di Slovakia dapat melebihi 90 persen. Menurut dia, berdasarkan informasi Dubes RI untuk Slovakia, Pribadi Sutiono, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu sebelumnya hanya 60 persen.

 

“Kalau sekarang kalau bisa 90 persen (tingkat partisipasi). Walaupun di luar negeri, kita tetap memilih pemimpin kita, jadi jangan ‘saya tidak memilih’, apapun yang dipilih artinya kita partisipasi, itu penting saya kira,” kata Ma'ruf.

Meskipun berada di luar negeri, Ma’ruf mendorong agar para WNI tetap memilih calon pemimpin bangsa yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan.

Ma’ruf juga meminta Dubes Pribadi Sutiono agar menjaga pelaksanaan Pemilu 2024 di Bratislava berjalan baik, jujur, dan adil. Petugas penyelenggara pemilu, kata Ma’ruf, juga harus netral. “Saya meminta dukungan dan partisipasi semua pihak untuk menyukseskan agenda demokrasi lima tahunan ini agar berjalan dengan damai, jujur, tertib, dan adil,” ujarnya.

Menurut Ma’ruf, keberhasilan penyelenggaraan pemilu melalui proses demokrasi akan menjadi tahapan penting dalam transisi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement