Ahad 26 Nov 2023 18:43 WIB

Wapres: Kota Tua di Indonesia Perlu Dikembangkan Lebih Menarik

Wapres Maruf Amin sebut kota-kota tua di Indonesia perlu dikembangkan lebih menarik.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bilal Ramadhan
Wapres Maruf Amin sebut kota-kota tua di Indonesia perlu dikembangkan lebih menarik.
Foto: Fauziah Mursid/Republika
Wapres Maruf Amin sebut kota-kota tua di Indonesia perlu dikembangkan lebih menarik.

REPUBLIKA.CO.ID, BRATISLAVA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengunjungi area Kastil Bratislava dan Kota Tua di sela kunjungan kerjanya ke Slovakia pada Sabtu (25/11/2023). Kastil dengan bangunan berbentuk segi empat dan empat menara itu merupakan salah satu ikon wisata Bratislava yang dikunjungi banyak wisatawan.

Terletak di puncak bukit berbatu di Little Carpathians dekat sungai Danube, dengan gaya arsitektur lawas namun indah, makin menunjukan kastil ini bagian warisan sejarah peradaban masa lalu.

Baca Juga

Wapres yang didampingi Duta Besar RI untuk Slovakia Pribadi Setiono nampak terkesan dengan penataan area Kastil Bratislava yang tertata rapi, serta kemudahan akses dan fasilitas penunjang. Penataan ini menurutnya, yang juga perlu diadopsi dalam mengembangkan destinasi wisata Kota Tua di Indonesia.

"Saya kira masing negara-negara itu kan punya keistimewaan-keistimewaan destinasinya dan kita Indonesia punya juga Kota Tua yang perlu dikembangkan supaya jadi destinasi wisata yang lebih menarik. Mengenai fasilitasnya, kulinernya juga bagus," ujar Kiai Ma'ruf dalam keterangannya, Ahad (26/11/2023).

 

Kiai Ma'ruf juga menyampaikan, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang jauh lebih indah. Hanya kata Wapres, destinasi tersebut masih perlu dikelola lebih baik.

"Semua daerah Indonesia itu kan semuanya destinasi, sebenarnya indah semua, indah semua kita itu sebenarnya, hanya memang perlu dikelola lebih baik lagi," ujarnya.

Untuk itu, Pemerintah juga terus menggenjot sektor wisata, salah satunyanya mengembangkan destinasi super prioritas di Indonesia. Sehingga, destinasi wisata Indonesia bisa dikenal wisatawan hingga mancanegara. Pemerintah juga akan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan destinasi wisata dalam negeri.

"Selain yang prioritas semua daerah Indonesia itu kan semuanya destinasi, selain Bali itu banyak yang indah-indah, yang bisa lebih baik dari Bali sehingga kita yakin banyak daerah kita itu yang lebih bisa dikembangkan dikerjasamakan, mungkin dengan Yunani kemarin dan dengan Slovakia atau daerah-daerah yang lain," ujarnya.

Wapres melakukan kunjungan kerja ke Yunani, Slovakia dan Malaysia selama delapan hari sejak Selasa (21/11/2023). Dalam kunjungan pertamanya di Yunani, Wapres telah menyelesaikan sejumlah agenda.

Mulai dari pertemuan dengan pimpinan Parlemen Yunani Ioannis Plakiotakis dan anggota Parlemen Yunani lainnya di Hellenic Parliament, Athena. Dilanjutkan dengan pertemuan dengan Uskup Agung Yunani Ieronymos II dan seluruh Yunani di Holy Archdiose of Athens, jamuan makan dengan Menteri Luar Negeri Yunani dan ditutup dengan bertemu Perdana Menteri Yunani Mitsotakis di Maximos Mansion, Athena, Yunani, Jumat (24/11/2023).

Dalam kunjungannya kali ini, Wapres membawa misi kolaborasi berbagai negara dalam mewujudkan perdamaian global, baik ke pemerintah, parlemen maupun pemimpin agama.

Sedangkan di Slovakia, Wapres akan bertemu dengan Islamic Foundation dan sejumlah pebisnis halal serta melakukan dialog kebangsaaan dengan masyarakat Indonesia di Slovakia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement