REPUBLIKA.CO.ID, DOMPU -- Truk Dalmas milik Polres Dompu yang mengangkut amunisi milik TNI terguling di tanjakan Moti Toi, Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Kamis siang.
Peristiwa itu menyebabkan dua anggota Dalmas mengalami luka-luka dan mendapat perawatan medis. Kedua personel tersebut masing-masing adalah Briptu Dian Arifky, sopir truk Dalmas 02, yang mengalami luka sobek di kepala bagian belakang, lecet di kaki, serta mengeluh pusing juga mual. Sementara Bripda Lalu Dika Ariya Suganda, yang mengalami luka sobek di kepala bagian kanan.
Kapolsek Kempo, Iptu Jubaidin di Dompu, Kamis, membenarkan terjadinya kecelakaan tunggal truk Dalmas tersebut. "Iya, benar," ujarnya dilansir kantor berita Antara.
Ia menjelaskan, truk Dalmas Polres Dompu 02 berangkat dari Pelabuhan di Kecamatan Pekat membawa 140 kotak amunisi milik TNI yang akan dikirim menuju Batalion TP di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.
"Sesampainya di tanjakan Moti Toi, sopir merasakan kendaraan oleng dan berusaha mengerem, namun diduga remnya blong sehingga kendaraan tidak bisa dikendalikan dan terguling di sisi kanan jalan," terang Jubaidin.
Jubaidin menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kecelakaan diduga disebabkan oleh beban muatan yang melebihi kapasitas serta gangguan pada sistem pengereman. Setiap kotak amunisi memiliki berat sekitar 40 kilogram, sehingga total muatan mencapai lebih dari 5,6 ton.
"Beban kendaraan terlalu berat dan medan jalan di lokasi menurun cukup tajam. Diduga hal itu membuat sistem rem tidak berfungsi dengan baik," ujarnya.
View this post on Instagram