Rabu 15 Nov 2023 15:35 WIB

Fahri Hamzah 'Sentil' PDIP

Fahri sebut kubu Prabowo santai dalam menghadapi berbagai tudingan.

Rep: Febryan A/ Red: Teguh Firmansyah
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah sebelum rapat konsolidasi Koalisi Indonesia Maju di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (20/9/2023) malam.
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah sebelum rapat konsolidasi Koalisi Indonesia Maju di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (20/9/2023) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Komandan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah angka bicara terkait tudingan curang yang dialamatkan kepada kubunya oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Capres Ganjar Pranowo. Menurut Fahri, tudingan tersebut aneh.

"Kasarnya, kita belum tahu cara curang, terus dimarahin, dicurigai curang sama yang sering curang," ujar Fahri kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (15/11/2023).

Baca Juga

Fahri menjelaskan, PDIP dalam 10 tahun terakhir merupakan "pemain inti" dalam perpolitikan Indonesia. Tentu, PDIP memahami betul bagaimana "permainan" dalam kontestasi pilpres. Adapun kubu Prabowo-Gibran adalah pihak-pihak yang sering kalah dalam 10 tahun terakhir.

"Masalahnya, kan PDIP pemain inti dalam 10 tahun terakhir ini kan. Dia kan pasti tahu permainan," kata politikus Partai Gelora itu.

 

Fahri menambahkan, pihaknya juga tak merasa diserang ketika Ganjar dalam pidatonya menyebut sedang terjadi drama korea. Menurut dia, kubu Ganjar lah yang selama ini menciptakan drama.

"Drama-drama itu dibuat oleh orang-orang yang sebenarnya dia ngerti permainan karena dia bekas pemain utama, ya kan. Cuma kok tiba-tiba menjadi merasa tidak mengerti permainan gitu, padahal kan mereka adalah pemain inti dari 10 tahun lalu," ujarnya.

Fahri menegaskan, kubu Prabowo-Gibran santai menghadapi berbagai tudingan yang dilontarkan kubu Ganjar atau kubu Anies Baswedan. Menurutnya, tudingan tersebut sudah menjadi risiko karena Prabowo-Gibran berada di posisi tengah.

"Kita memang niatnya di tengah menjadi kekuatan pemersatu menghindari ekstrem kiri dan ekstrem kanan," kata mantan Wakil Ketua DPR RI itu. 

Sebelumnya, Megawati menyampaikan pandangannya terhadap putusan MK nomor 90 terkait batas usia minimum capres-cawapres, sebuah putusan yang membukakan jalan bagi Gibran menjadi cawapres pendamping Prabowo. Megawati menyebut telah terjadi manipulasi hukum.

Dalam bagian akhir pidatonya, Megawati juga menyebut kecurangan pemilu mulai terjadi. "Pemilu yang demokratis, yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia harus dijalankan tanpa ada kecuali. Rakyat jangan diintimidasi seperti dulu lagi. Jangan biarkan kecurangan pemilu yang akhir ini terlihat sudah mulai akan terjadi lagi," ucap Mega pada Ahad siang.

Saat acara pengundian nomor urut pasangan capres-cawapres di Kantor KPU RI pada Selasa (14/11/2023) malam, giliran Ganjar Pranowo yang melontarkan tudingan soal kecurangan. Ganjar menyebut banyak drama korea terjadi jelang acara pengundian nomor urut. 

Menurut Ganjar, demokrasi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kader PDIP itu lantas meminta semua pihak untuk membuat laporan apabila menemukan kecurangan. "Bapak/Ibu, diam itu bukanlah pilihan, dan bicara, ungkapkan, dan laporkan praktik-praktik tidak baik yang akan menciderai demokrasi," ujar Ganjar.

PDIP diketahui mengusung pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud. PDIP sempat berang dan kecewa atas langkah kadernya, Gibran Rakabuming Raka, yang menyeberang untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo. Apalagi, pencalonan Gibran direstui oleh kader terbaik PDIP, yakni Presiden Jokowi.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement