REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa akhir perang tidak akan ditentukan melalui media sosial. Akhir dari perang ditentukan di medan perang.
"Kita tentukan di medan perang," ujarnya dalam video yang dirilis oleh Aljazirah, Selasa (17/3/2025).
Ia juga mengejek nama kampanye AS "Epic Fury," dengan mengatakan bahwa sebutan yang lebih tepat adalah "Epic Fear."
Permusuhan di kawasan telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.
Dilansir Aljazirah, pejabat militer Iran lainnya mengatakan bahwa pertanyaan tentang berapa lama perang akan berlangsung dan kapan akan berakhir akan dijawab oleh Iran, bukan Amerika Serikat.
“Kalian yang memulainya, kami yang akan mengakhirinya,” kata pejabat Iran.
Lihat postingan ini di Instagram