Selasa 17 Mar 2026 13:43 WIB

Militer Iran ke Trump: Akhir Pertempuran Bukan Ditentukan di Media Sosial, Tapi Medan Perang

Iran menegaskan Teheran yang akan menentukan kapan perang berakhir.

Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab untuk menunjukkan dukungan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru dilantik, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, 9 Maret 2026. Almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi militer gabungan Israel dan AS di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab untuk menunjukkan dukungan kepada Pemimpin Tertinggi yang baru dilantik, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, 9 Maret 2026. Almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi militer gabungan Israel dan AS di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyampaikan kepada Presiden AS Donald Trump bahwa akhir perang tidak akan ditentukan melalui media sosial. Akhir dari perang ditentukan di medan perang.

"Kita tentukan di medan perang," ujarnya dalam video yang dirilis oleh Aljazirah, Selasa (17/3/2025).

Baca Juga

Ia juga mengejek nama kampanye AS "Epic Fury," dengan mengatakan bahwa sebutan yang lebih tepat adalah "Epic Fear."

Permusuhan di kawasan telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Dilansir Aljazirah, pejabat militer Iran lainnya mengatakan bahwa pertanyaan tentang berapa lama perang akan berlangsung dan kapan akan berakhir akan dijawab oleh Iran, bukan Amerika Serikat.

“Kalian yang memulainya, kami yang akan mengakhirinya,” kata pejabat Iran.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement