Selasa 31 Oct 2023 13:57 WIB

Angkringan Yogyakarta Kini Distandardisasi untuk Tingkatkan Pariwisata

Pada tahap awal dipilih 10 angkringan yang jadi prioritas standardisasi.

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Friska Yolandha
Pengunjung menikmati kuliner angkringan saat Ngayogyakarta Angkringan and Art Festival 2023 di Jogja Expo Center, Ahad (24/9/2023). Sebanyak 51 pedagang angkringan meramaikan acara yang baru pertama kali diadakan ini. Namun, tidak semua angkringan menjual nasi kucing sebagai makanan khasnya. Banyak juga angkringan yang menjual makanan kekinian seperti takoyaki, ramen, jus, minuman olahan susu serta lainnya. Selain berburu kuliner, pengunjung juga diajak menikmati live music serta jaminan tersenyum dengan melihat mural tenda angkringan yang menggelitik. Festival angkringan ini diharapkan bisa mengangkat angkringan yang telah menjadi budaya di Yogyakarta.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pengunjung menikmati kuliner angkringan saat Ngayogyakarta Angkringan and Art Festival 2023 di Jogja Expo Center, Ahad (24/9/2023). Sebanyak 51 pedagang angkringan meramaikan acara yang baru pertama kali diadakan ini. Namun, tidak semua angkringan menjual nasi kucing sebagai makanan khasnya. Banyak juga angkringan yang menjual makanan kekinian seperti takoyaki, ramen, jus, minuman olahan susu serta lainnya. Selain berburu kuliner, pengunjung juga diajak menikmati live music serta jaminan tersenyum dengan melihat mural tenda angkringan yang menggelitik. Festival angkringan ini diharapkan bisa mengangkat angkringan yang telah menjadi budaya di Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta membuat menggodok standardisasi angkringan untuk menjaga kualitasnya. Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan geliat pariwisata di kota tersebut

Standardisasi ini dilakukan dengan strategi inovasi branding Echo atau Enak Cetho. Menurut Aman, branding Echo ini bertujuan agar penjual angkringan dapat meningkatkan mutu pangan. Hal itu diharapkan berdampak pada tingkat kepercayaan konsumen dan wisatawan dalam mengkonsumsi makanan/minuman yang dijual.

Baca Juga

"Selain itu, juga untuk meningkatkan kualitas wisata kuliner di Kota Yogya khususnya pada angkringan dengan konsep angkringan sehat," kata Aman di Balai Kota Yogyakarta, Senin (30/10/2023).

Dijelaskan, penentuan pemberian branding ini dilakukan dengan beberapa indikator. Untuk kualitas enak diukur dengan uji organoleptik.

Sedangkan, untuk standardisasi Cetho pedagang angkringan diukur melalui form skor keamanan pangan (SKP). "Sementara, uji cemaran mikroba menggunakan analisis kuantitatif bahan pangan dengan metode total plate count (TPC)," ujar Aman.

Dipilihnya angkringan karena menjadi salah satu ikon wisata kuliner di Kota Yogyakarta. "Kota Yogya memiliki keistimewaan dengan adanya angkringan. Suasana kekeluargaan antara penjual dan pembeli membuat kuliner ini paling digemari oleh para wisatawan," katanya.

Aman juga menuturkan bahwa salah satu faktor utama yang diperhatikan wisatawan dalam memilih kuliner angkringan yakni kebersihannya. Untuk itu, diperlukan standar kebersihan untuk meningkatkan kualitas wisata kuliner angkringan di Kota Yogyakarta.

"Diperlukan sebuah standar kebersihan untuk meningkatkan kualitas wisata kuliner angkringan agar dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap menu di angkringan," ujar Aman.

Pada tahap awal dipilih....

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement