Senin 30 Oct 2023 12:56 WIB

Dipanggil ke Istana, Menantu Luhut Diproyeksikan Jadi KSAD?

Letjen Maruli Simanjuntak bertemu Mensesneg Pratikno di Istana Kepresidenan.

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pengkostrad) Letjen Maruli Simanjuntak diproyeksikan menjadi KSAD.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pengkostrad) Letjen Maruli Simanjuntak diproyeksikan menjadi KSAD.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Maruli Simanjuntak kedapatan mendatang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2023). Dia dilaporkan bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

"Oh enggak, kebetulan ada kegiatan saja untuk komunikasi saja ngobrol-ngobrol. (Sama) Pak Mensesneg)," kata Maruli kepada wartawan di Istana,

Baca Juga

Maruli mengakui, selain pembicaraan membahas kondisi kesehatan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang merupakan mertuanya, ia juga membahas hal lain. Menurut dia, kondisi Luhut saat ini baik-baik saja di Singapura.

"Kemarin sudah mulai keluar, jalan, lihat, sudah mulai duduk, seudah mulai beraltih, mohon doa dari semuanya supaya bisa segera kembali pulih," ujar Maruli.

Ditanya peluang menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli enggan menjawabnya secara terus terang. Hal itu lantaran KSAD Jenderal Agus Subiyanto diproyeksikan menggantikan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang pensiun pada November 2023.

"Ya, yang nunjuk bukan saya, jadi tanya yang nunjuk, kalau saya ya gak bisa tahu. Ya kan selalu kan ada kalau setahu saya ada beberapa calon, nanti dinilai, nanti ada prosedur apanya, baru ditunjuk, gitu kira-kira," ujar eks komandan Paspampres tersebut.

Ditanya apakah siap jika ditunjuk menjadi AD 1, Maruli menjawab diplomatis. "Kalau tentara, ya ditunjuk, gak ditunjuk, harus bekerja terus. Kita juga gak tahu, yang sempet saya bilang, dulu jadi Pangkostrad tiba-tiba Pangkostrad, kan gitu, di sini juga berdasarkan penilaian," kata Maruli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement