Selasa 24 Oct 2023 18:12 WIB

Hujan Turun Lebih dari 2 Jam di Cianjur, Longsor Hantam Rumah Warga Hingga Rusak Berat

BPBD Cianjur mencatat, satu rumah mengalami rusak berat akibat longsor.

Longsor di Cianjur (ilustrasi). Tingginya curah hujan di Cianjur menyebabkan terjadinya longsor.
Foto: AP/Tatan Syuflana
Longsor di Cianjur (ilustrasi). Tingginya curah hujan di Cianjur menyebabkan terjadinya longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Jawa Barat mencatat satu rumah mengalami rusak berat dan belasan lainnya terancam longsor. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut, hanya satu keluarga mengungsi akibat tebing longsor di Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu Cianjur, Senin (23/10/2023).

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Sukma Wijaya mengatakan, hujan deras dengan intensitas cukup tinggi selama lebih dari dua jam melanda sejumlah wilayah di Cianjur, termasuk di Kecamatan Sukaluyu yang menyebabkan tebing setinggi lima meter longsor menimpa rumah warga. "Satu rumah rumah yang dihuni empat jiwa terpaksa diungsikan ke rumah sanak saudaranya, karena bangunan nyaris rata dengan tanah setelah dihantam longsor dari tebing yang terletak di belakang rumah, sedangkan belasan rumah lainnya terancam," katanya.

Baca Juga

Seiring mulai tingginya curah hujan yang turun dengan intensitas lebih dari dua jam di sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya mengimbau warga untuk tetap siaga dan waspada dengan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana. "Sejak beberapa hari terakhir curah hujan sudah mulai tinggi, sehingga kami minta warga untuk meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan terutama yang tinggal di daerah rawan bencana banjir dan longsor," katanya.

Sementara informasi dari warga Kampung Bedeng Desa Hegarmanah Kecamatan Sukaluyu menyebutkan, longsor yang terjadi Senin malam itu berawal setelah hujan turun deras lebih dari dua jam, menyebabkan tebing setinggi lima meter yang terletak di belakang perkampungan ambruk. Material longsor berupa batu dan lumpur menghantam rumah seorang warga yang berhasil selamat saat mendengar suara gemuruh dari belakang rumah. Longsor menyebabkan dinding rumah bagian belakang ambruk dan merembet ke dinding ruangan lainnya hingga nyaris rata dengan tanah.

 

"Satu rumah rusak berat dan sekitar 13 rumah lainnya terancam karena letaknya membelakangi tebing yang longsor, kami sudah meminta pemilik rumah untuk waspada dan segera mengungsi jika hujan kembali turun karena dapat memicu longsor susulan," kata Ketua RT setempat Nalendra.

Pada Selasa pagi, katanya, petugas, relawan, dan warga bergotong-royong membersihkan material longsor yang merusak rumah warga serta melakukan upaya antisipasi longsor susulan dengan memasang pagar bambu di bawah tebing agar belasan rumah warga lainnya aman dari longsor.

"Upaya perbaikan bersama akan dilakukan, agar warga yang rumahnya rusak dapat dibangun dan dihuni kembali," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement