Sabtu 21 Oct 2023 15:49 WIB

Prabowo Apresiasi Airlangga dan Ridwan Kamil Relakan Posisi Cawapres ke Gibran

Airlangga dan Ridwal Kamil dinilai Prabowo juga pantas menjadi cawapres.

Rep: Febryan A/ Red: Endro Yuwanto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapimnas II Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (21/10/2023). Rapimnas II Partai Golkar tersebut mengusulkan pasangan Bakal calon Presiden dan Wakil presiden pada pilpres 2024 yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapimnas II Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (21/10/2023). Rapimnas II Partai Golkar tersebut mengusulkan pasangan Bakal calon Presiden dan Wakil presiden pada pilpres 2024 yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden (capres) Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto mengapresiasi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, yakni Airlangga Hartarto dan Ridwan Kamil, merelakan posisi cawapres kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Hal itu disampaikan Prabowo usai Rapimnas Partai Golkar memutuskan mengusung Gibran sebagai cawapres pendamping Prabowo.

Menurut Prabowo, Airlangga berjiwa besar. Sebab, Airlangga sebenarnya pantas menjadi presiden ataupun wakil presiden. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu merelakan partainya mengusung Gibran.

Baca Juga

"Demi kepentingan yang besar, demi kepentingan nasional, demi kepentingan rakyat, demi stabilitas, demi kesinambungan, beliau dan Golongan Karya menunjukkan jiwa besarnya luar biasa, tidak berpikir golongan, tidak berpikir ego, tidak berpikir pribadi, (tapi) berpikir kepentingan bangsa Indonesia," ujar Prabowo dalam sambutannya pada Rapimnas Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (21/10/2023).

Prabowo menegaskan, apresiasinya terhadap Airlangga. Pasalnya, Prabowo sebagai Menteri Pertahanan menyaksikan langsung bagaimana kinerja Airlangga.

"Saya empat tahun ini bekerja dari dekat sama beliau, saya melihat prestasi beliau, saya melihat penampilan beliau di saat-saat kritis. Saya ini orangnya apa adanya, saya bukan tukang penjilat, saya lihat beliau putra terbaik bangsa Indonesia," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang telah berbesar hati menyetujui pengusungan Gibran. Padahal, Kamil selama ini adalah sosok potensial untuk menjadi capres ataupun cawapres.

"Kita lihat prestasi Pak Ridwan Kamil salah satu calon presiden dan calon wakil presiden yang sangat disegani dan ditakuti banyak orang," kata Prabowo.

Dalam rapat pleno pertama Rapimnas Partai Golkar, semua pimpinan Partai Golkar memang sepakat mengusung Gibran sebagai cawapres pendamping Prabowo. "Semuanya konsensus mengusulkan dan mendukung Mas Gibran Rakabuming Raka untuk dipasangkan dengan Pak Prabowo sebagai bakal calon wakil presiden RI," kata Airlangga.

Kepada wartawan, Prabowo mengaku menerima usulan Partai Golkar agar dirinya berpasangan dengan Gibran itu. Usulan tersebut akan dibawa ke rapat para ketua umum partai politik KIM untuk diputuskan secara musyawarah.

Ketika ditanya kapan dirinya dan Gibran akan dideklarasikan sebagai pasangan capres-cawapres Pilpres 2024, Prabowo menyebut pihaknya akan menyelesaikan sejumlah hal-hal strategis terlebih dahulu. Semuanya harus diselesaikan "dalam waktu yang sesingkat-singkatnya".

Sekitar 45 menit setelah Prabowo pergi, Gibran tiba di markas Golkar. Dia langsung menuju ruang tempat Rapimnas Golkar dilaksanakan. Airlangga Hartarto lantas menyerahkan surat rekomendasi pengusungan kepada Gibran.

Gibran berterima kasih dan mengapresiasi keputusan tersebut. "Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga besar Partai Golkar, saya sangat mengapresiasi hasil rapimnas ini," kata putra sulung Presiden RI Jokowi itu.

Ketika diwawancarai wartawan, Gibran enggan mengungkap status keanggotaannya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meski demikian, dia mengakui sudah berkomunikasi dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement