Rabu 18 Oct 2023 23:08 WIB

Korban Ledakan Setiabudi Sempat Memukul Benda Mencurigakan Sebelum Meledak

Korban berinisial A meninggal dunia di lokasi ledakan Setiabudi.

Petugas membawa jenazah korban ledakan yang terjadi di proyek pembangunan rumah di Jalan Perahu, Guntur, Setiabudi, Jakarta, Rabu (18/10/2023). Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Indradi memastikan bahwa penyebab ledakan yang menyebabkan satu orang meninggal  diduga bukan dari septic tank. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab ledakan tersebut berasal dari bom atau bukan.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas membawa jenazah korban ledakan yang terjadi di proyek pembangunan rumah di Jalan Perahu, Guntur, Setiabudi, Jakarta, Rabu (18/10/2023). Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Indradi memastikan bahwa penyebab ledakan yang menyebabkan satu orang meninggal diduga bukan dari septic tank. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab ledakan tersebut berasal dari bom atau bukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengevakuasi jenazah korban dari ledakan pada proyek rumah di Jalan Prahu No 2, RT 07/02, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2023). Mereka hadir di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB dan terdiri dari lima petugas.

Tampak setelah beberapa saat, mereka keluar kembali dari lokasi kejadian dengan mengangkut satu kantong jenazah. Tak ada penjelasan dari petugas, kemana kantong jenazah tersebut akan dibawa, apakah RS Polri atau tempat lainnya. Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Indradi, menyebutkan, ada empat korban dalam peristiwa itu. 

Baca Juga

"Terdapat empat orang, satu orang saudara berinisial A meninggal dunia. Ditemukan di lokasi galian fondasi itu. Kemudian tiga orang korban lainnya luka ringan dan saat ini telah mendapatkan perawatan pengobatan di puskesmas terdekat," katanya.

Ia menjelaskan, peristiwa ledakan pertama kali dilaporkan oleh masyarakat setempat kepada anggota Polsek Setiabudi. Setelah tiba di lokasi, Kapolsek Setiabudi Kompol Arif Purnama Oktora bersama tim melakukan pengecekan awal dan mendapatkan keterangan dari tiga saksi yang merupakan teman korban.

"Keterangan dari tiga saksi yang merupakan teman dari korban yang juga bersama-sama dengan korban bertugas sebagai kuli dan tukang di proyek rumah di TKP ini," ujarnya.

Ade Ary menjelaskan, menurut kronologi yang diberikan oleh para saksi, korban, yang dikenal berinisial A telah istirahat sejenak dari pekerjaannya sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah istirahat, korban kembali ke area belakang proyek rumah. Saat sedang melakukan penggalian, korban menemukan sebuah benda berwarna terang yang tampaknya mencurigakan.

"Saat menggali korban menemukan benda berwarna terang seperti putih," ucapnya.

Melihat itu, salah satu dari tiga saksi memberikan peringatan kepada korban untuk berhati-hati terhadap benda tersebut. Namun sayangnya, korban memutuskan untuk memukul benda tersebut, yang akhirnya menyebabkan ledakan.

"Kemudian, berdasarkan keterangan saksi, korban memukul benda tersebut dan akhirnya menimbulkan ledakan," jelasnya.

Akibat ledakan tersebut, korban A ditemukan tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga saksi lainnya mengalami luka ringan dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di sebuah klinik terdekat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement