Selasa 17 Oct 2023 21:44 WIB

KA Argo Semeru Anjlok, Kedatangan Sejumlah Kereta Menuju Jakarta Terlambat

PT KAI Daop 1 meminta maaf atas keterlambatan kedatangan kereta menuju Jakarta.

Petugas menggunakan crane mengevakuasi lokomotif KA Argo Wilis di Stasiun Kali Menur, Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (17/10/2023). Usai mengevakuasi penumpang KA Argo Semeru dan KA Argo Wilis, petugas KAI bersama Ditjen Perkeretapian langsung mengevakuasi gerbong yang anjlok. Rencananya untuk mengevakuasi akan menggunakan beberapa crane, pada sore baru satu kereta crane yang berhasil mengevakuasi lokomotif KA Argo Wilis. Sementara malam mulai mengevakuasi gerbong KA Argo Semeru.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petugas menggunakan crane mengevakuasi lokomotif KA Argo Wilis di Stasiun Kali Menur, Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa (17/10/2023). Usai mengevakuasi penumpang KA Argo Semeru dan KA Argo Wilis, petugas KAI bersama Ditjen Perkeretapian langsung mengevakuasi gerbong yang anjlok. Rencananya untuk mengevakuasi akan menggunakan beberapa crane, pada sore baru satu kereta crane yang berhasil mengevakuasi lokomotif KA Argo Wilis. Sementara malam mulai mengevakuasi gerbong KA Argo Semeru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta meminta maaf atas keterlambatan kedatangan beberapa kereta api (KA) menuju Jakarta. Hal ini terjadi sebagai imbas anjloknya KA Argo Semeru di Kabupaten Kulon Progo, DIY.

"PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta memohon maaf kepada seluruh pelanggan KA imbas anjloknya KA 17 Argo Semeru relasi Surabaya Gubeng-Gambir dan KA 6 Argo Wilis relasi Bandung-Surabaya Gubeng yang mengalami gangguan perjalanan di KM 520 + 4 petak jalan antara Stasiun Sentolo-Stasiun Wates, Selasa pukul 13.15 WIB," ucap Kepala Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendri Wintoko dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga

"Akibat kejadian tersebut beberapa KA yang menuju Jakarta mengalami gangguan perjalanan/keterlambatan," kata Ixfan.

Ia menjelaskan beberapa KA telah dilakukan rekayasa perjalanan dengan memutar, melalui lintas Solo-Cirebon Prujakan, di antaranya KA 105 (Gayabaru Malam Selatan) relasi Surabaya Gubeng-Pasar Senen, KA 5 (Gajayana) relasi Malang-Gambir, dan KA 217 (Jayakarta) relasi Surabaya Gubeng-Pasar Senen. Sedangkan, beberapa KA lainnya yang berpotensi mengalami keterlambatan, yaitu KA 9 (Argo Dwipangga) relasi Solo Balapan-Gambir, KA 59 (Bima) relasi Surabaya Gubeng-Gambir, KA 87 (Senja Utama) relasi Yogyakarta-Pasar Senen, KA 245 (Bengawan) relasi Purwosari-Pasar Senen, KA 103 (Singasari) relasi Blitar-Pasar Senen, dan KA 221 Jakatingkir relasi Purwosari-Pasar Senen.

"KAI menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut. KAI dengan pihak-pihak terkait terus melakukan upaya evakuasi dan normalisasi jalur agar perjalanan kembali lancar," ujar Ixfan.

Sedangkan untuk KA keberangkatan dari Jakarta dari Stasiun Gambir maupun Stasiun Pasar Senen, ia melaporkan sampai sejauh ini tidak mengalami keterlambatan. "Selasa pukul 18.00 WIB. KAI Daop 1 Jakarta telah melayani sejumlah 17.000 penumpang, dengan 62 KA jarak jauh (KAJJ). 7.000 penumpang berangkat dari Stasiun Gambir dilayani dengan 31 KAJJ dan 8.500 penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dilayani dengan 31 KAJJ serta sisanya berangkat dari stasiun lainnya di wilayah Daop 1 Jakarta," katanya.

Sebelumnya, KA Argo Semeru dengan nomor registrasi KA 17 relasi Surabaya Gubeng-Gambir mengalami anjlok di petak lintas antara Stasiun Sentolo-Wates KM 520+4 pada Selasa pukul 13.15 WIB. Selang beberapa waktu kemudian, pada pukul 13.25 WIB rangkaian KA 6 Argo Wilis relasi Bandung-Surabaya Gubeng datang dari arah barat dan menemper rangkaian KA Argo Semeru. Akibatnya, petak lintas tempat kejadian tidak dapat dilalui di kedua arah.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Adapun, korban luka ringan yang dialami penumpang KA berjumlah empat orang, di mana satu orang menjalani rawat inap sementara tiga orang melakukan rawat jalan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement