Kamis 05 Oct 2023 22:14 WIB

UIKA Gandeng Polresta Bogor Telusuri Identitas Korban Dugaan Pelecehan Seksual

Belum ada mahasiswa bimbingan dosen tersebut yang jadi korban pelecehan.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus raharjo
Setop pelecehan seksual (ilustrasi).
Foto: Dok Kemendikbud
Setop pelecehan seksual (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor mengalami kendala dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual di kampus tersebut karena korban belum melapor. UIKA pun akhirnya berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota untuk juga menelusuri pemilik akun TikTok yang mengunggah dugaan kejadian tersebut.

Kepala Bagian Humas UIKA Bogor Nurdin Al-Azies, mengatakan sejak kasus ini mencuat pada Ahad (1/10/2023) malam, hingga saat ini terduga korban masih belum melapor. Baik ke pihak rektorat, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), maupun ke Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Baca Juga

“Ini menjadi saah satu kendala kami dalam hal ini. Tetapi Satgas PPKS masih tetap bergerak, informasi terakhir dalam penanganan kasus ini telah berkoordinasi dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bogor Kota sekaligus kami memohon bantuan kepada tim Cyber Polresta untuk menelusuri akun TikTok tersebut,” kata Nurdin ketika ditemui Republika.co.id di kampus UIKA Bogor, Kamis (5/10/2023).

Nurdin menyebutkan, pemilik maupun pengunggah konten di akun TikTok @mahasiswiuika ini menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Di samping itu, UIKA Bogor memiliki keterbatasan untuk menelusurinya.

“Dan keterbatasan dari kami, kami meminta pihak polisi untuk menelusuri akun TikTok tersebut supaya terang benderang dan selesai sesegera mungkin,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan UIKA Bogor. Sama halnya dengan pihak kampus, polisi juga belum menerima laporan dari korban.

“Jadi, baik universitas maupun kami juga masih belum menerima ini siapa korban dan apa dugaan bentuk pelecehan seksual tersebut,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Rizka, kampus baru melakukan klarifikasi terhadap mahasiswa bimbingan oknum dosen tersebut. Namun, dari mahasiswa yang diperiksa belum ditemukan ada yang menjadi korban.

“Inilah yang sampai saat ini kami dari pihak kepolisian maupun UIKA masih mencoba mencari siapa korban yang dimaksud dalam unggahan video tersebut. Mita baru konfirmasi ke UIKA. Mungkin secepatnya kita akan klarifikasi ke dosen tersebut,” kata Rizka.

Sebelumnya, diberitakan mahasiwi UIKA Bogor diduga menjadi korban dugaan pelecehan seksual, oleh seorang oknum dosen di kampus tersebut. Kasus ini sudah diketahui pihak kampus UIKA, sedangkan dosen yang bersangkutan telah mengundurkan diri.

Mulanya dugaan pelecehan seksual diungkap melalui media sosial TikTok @mahasiswiuika. Dalam video berdurasi 24 detik itu, pengunggah yang diduga korban mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari oknum dosen UIKA Fakultas Agama Islam berinisial MDR.

Dalam video, pengunggah memerinci tindakan tak terpuji apa saja yang dilakukan seorang tenaga pengajar kepada mahasiswi itu. Mulai dari video call hingga meminta korban mengirim foto tanpa busana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement