Senin 18 Sep 2023 22:33 WIB

Diubah Jadi Pasar Modern, Anggaran Renovasi Pasar Anyar Tangerang Capai Rp 140 Miliar

Pasar tradisional Anyar Tangerang akan berubah wajah menjadi modern.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda
Gedung Pasar Anyar, Tangerang, Banten.
Foto: Republika/Eva Rianti
Gedung Pasar Anyar, Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Revitalisasi Pasar Anyar Tangerang yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan dilakukan Oktober 2023 mendatang dengan anggaran Rp 140 miliar. Pasar tradisional Anyar Tangerang akan berubah wajah menjadi modern dan dilengkapi fasilitas pendukung lainnya seperti ruang terbuka hijau (RTH).

"Pasar Anyar Tangerang akan hadir menjadi pasar tradisional yang modern. Sehingga, bisa memberikan kenyamanan untuk pedagang dan juga pengunjung," ujar Direktur Perumda Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati, Senin (18/9/2023).

Baca Juga

Terlebih, dia melanjutkan, keberadaan Pasar Anyar Tangerang bisa bersaing dengan perbelanjaan modern yang tengah menjamur. Titien menambahkan, Pasar Anyar Tangerang dengan luas 2,4 hektare akan direvitalisasi tetap dengan tiga lantai, dengan ketersedian kios dan los sebanyak 1.672 unit.

Di lantai satu akan diperuntukkan untuk kios dan los produk basah, seperti sayur, daging, ikan, sembako dan lainnya. Kemudian di lantai dua akan diperuntukkan untuk kios dan los kering seperti aksesoris, pakaian, emas dan lainnya. Lantai dua juga akan dilengkapi dengan tenant area komersial dan spot pelayanan publik milik Pemkot Tangerang. Sementara di lantai tiga, dia menambahkan, Pasar Anyar Tangerang akan dilengkapi dengan sarana olahraga yaitu badminton, masjid, dan kantin. 

"Sebagian besar Pasar Anyar Tangerang juga akan disulap menjadi RTH yang ditujukan untuk menghadirkan kenyamanan, keasrian, dan kesejukkan dalam aktivitas berbelanja,” katanya.

Titien menambahkan, konsep bangunan dalam revitalisasi Pasar Anyar Tangerang akan mendukung dalam pengembangan pariwisata lokal. Yakni terintegrasi dengan moda transportasi dengan tersedianya selter angkutan umum. Sehingga, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya kemacetan. Kemudian, selter yang dibangun akan menyambungkan dengan transportasi kereta api listrik terdekat yang menghubungkan Tangerang-Jakarta. 

"Memikat wisata juga akan diperkuat dengan desain mural pada tembok depan pasar, jadi pasar tidak hanya berbelanja sayur saja, tapi juga untuk menjadi destinasi pariwisata,” ujarnya.

Tak sampai disitu, dia melanjutkan, Pasar Anyar Tangerang juga menghadirkan layanan Pemerintah yang bisa diakses langsung di lokasi. Sehingga revitalisasi Pasar Anyar Tangerang tidak hanya berdampak kepada transaksi ekonomi saja, namun juga kepada pengembangan pelayanan dan wisata.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang Yeti Rohaeti menambahkan, revitalisasi Pasar Anyar Tangerang sudah direncanakan sejak 2019 silam. Namun, terkendala adanya pandemi Covid-19, dan kini siap dimulai pada akhir September dengan alokasi anggaran sebesar Rp 140 miliar.

Ia menegaskan, revitalisasi pasar ini, bukan merobohkan Pasar Anyar Tangerang. Tapi, membangun kembali dengan penyesuaian kembali los-los di dalamnya. "Pembaharuan pada spot-spot yang telah mengalami kerusakan dan tak terawat. Namun, Pasar Anyar Tangerang akan disulap menjadi pusat belanja yang menyenangkan, bersih, nyaman, dan terlengkap,” katanya.

Yeti melanjutkan, saat ini Pemkot Tangerang melalui Perumda Pasar, Kota Tangerang tengah melakukan review Detail Engineering Design (DED). “Ini hal penting untuk pelaksanaan revitalisasi berjalan optimal. Selanjutnya, yakni relokasi pedagang ke pasar-pasar milik Pemkot Tangerang pun akan dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement