Selasa 12 Sep 2023 16:46 WIB

Kepala BKKBN: Keluarga Jadi Fondasi Sambut Bonus Demografi

Bonus demografi akan tiba dalam waktu 13 tahun.

Ilustrasi Bonus Demografi. BKKBN menyebut eluarga menjadi fondasi membangun generasi yang berkualitas untuk menyambut bonus demografi.
Foto: MgIT03
Ilustrasi Bonus Demografi. BKKBN menyebut eluarga menjadi fondasi membangun generasi yang berkualitas untuk menyambut bonus demografi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bahwa keluarga menjadi fondasi membangun generasi yang berkualitas untuk menyambut bonus demografi. Bonus demografi akan tiba dalam waktu 13 tahun.

"Kita punya bonus demografi dalam waktu 13 tahun lagi, oleh sebab itu keluarga harus menjadi fondasi untuk membentuk anggota berkualitas," kata Hasto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Baca Juga

Hasto menegaskan, salah satu upaya yang harus dilakukan untuk membangun keluarga berkualitas yakni dengan menurunkan angka stunting hingga 14 persen sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Hasto yang hadir pada pengukuhan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim pada Senin (11/9/2023) di Meuligoe (Kantor Gubernur) Aceh menyampaikan pentingnya gotong royong dan kolaborasi untuk mencapai target tersebut.

"Dengan pendekatan konvergensi, kepedulian sosial, dan gotong royong, maka kita harus yakin angka stunting dapat turun mencapai target nasional 14 persen," ujar dia.

Selain mengajak para pemangku kepentingan untuk meningkatkan konvergensi, Hasto juga meminta keluarga memanfaatkan potensi lokal dalam pemenuhan gizi keluarga dalam upaya percepatan penurunan stunting.

"Bisa memanfaatkan pangan lokal, misalnya budidaya ikan lele untuk memenuhi gizi keluarga," ucapnya.

Ia menegaskan, BKKBN bersama Pemerintah Provinsi Aceh akan lebih mendorong segala upaya agar prevalensi stunting di Aceh menurun.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2022, diketahui Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi kelima di Indonesia, mencapai 31,2 persen.

Dalam periode satu tahun....

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement