Kamis 31 Aug 2023 16:04 WIB

Jika PKB Bergabung Usung Ganjar, PDIP: Muhaimin Pasti Happy

Nama Muhaimin jadi salah satu kandidat bakal cawapres untuk Ganjar.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Said Abdullah di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Said Abdullah di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Said Abdullah mengaku partainya sangat membuka peluang kerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, jika bergabung dalam pengusungan Ganjar Pranowo, ia yakin Abdul Muhaimin Iskandar akan bahagia dalam kerja sama politiknya.

"Kalau Gus Imin bersama PKB kan pasti happy, Gus Imin bersama PDI Perjuangan kan pasti happy. Tidak mungkin kemudian kami katakan Gus Imin bersama kami kecewa, mana bisa kerja sama yang seperti itu," ujar Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga

PDIP dan PKB sendiri memiliki pengalaman kerja sama yang baik dalam kontestasi-kontestasi sebelumnya. Apalagi nama Muhaimin menjadi salah satu kandidat bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk Ganjar pada Pilpres 2024.

Beberapa waktu lalu, Ganjar juga sudah menemui Muhaimin dan memberikan dua ekor love bird. Hal tersebut tentu membuka peluang kerja sama antara partai berlambang kepala banteng itu dengan PKB.

 

"Ideologinya iya, visinya ke depan iya, tinggal bagaimana chemistry PKB, dengan kawan-kawan PKB dalam hal ini Gus Imin bersama capres kami Pak Ganjar. Kan lagi cari chemistry-nya," ujar Said.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB, Daniel Johan pihaknya masih berpegang pada komitmen Partai Gerindra dalam piagam deklarasi Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Namun, komitmen tersebut tak menutup peluang PKB untuk menyeberang ke PDIP yang mengusung Ganjar.

"Kita terbuka dengan seluruh koalisi, tetapi kan sejauh ini kita masih komit dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Kecuali yang satunya nggak komit, nah itu lain putusan, kita lihat nanti," ujar Daniel di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/8/2023).

Ia juga memandang bahwa poros baru merupakan wacana dari dinamisnya politik Indonesia jelang Pilpres 2024. Namun saat ini, ia menilai bahwa wacana poros alternatif masih sekadar guyonan saja.

"Guyonan-guyonan aja maksudnya, itu semua partai melakukan hal yang sama guyonan-guyonan. Artinya kan saling menggoda, karena kan kalau tadi saya baru dengar apa istilahnya tadi, apa ya lupa tadi ada istilah, maksudnya masih dinamis, belum fix gitu," ujar Daniel.

Diketahui, PKB dan Partai Gerindra meneken kerja sama politik untuk membentuk KKIR. Koalisi tersebut resmi terbentuk di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, pada 13 Agustus 2022.

Salah satu poin dalam piagam deklarasi KKIR adalah soal kewenangan Prabowo Subianto dan Abdul Muhaimin Iskandar dalam menentukan calon presiden (capres) dan cawapres yang akan diusung. Ia sendiri masih yakin dengan Prabowo dalam komitmennya dengan PKB.

"Pada akhirnya yang memutuskan yang memegang kartu truf yang memegang kunci keputusan Pak Prabowo dan Cak Imin ya kita lihat aja keputusannya apa nanti," ujar anggota Komisi IV DPR itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement