Ahad 27 Aug 2023 19:18 WIB

Heru Budi: Rencana Ganjil Genap 24 Jam Perlu Kajian

Pj Gubernur DKI Heru Budi sebut rencana ganjil genap selama 24 jam perlu kajian.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Pj Gubernur DKI Heru Budi sebut rencana ganjil genap selama 24 jam perlu kajian.
Foto: Republika/Haura Hafizhah
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Pj Gubernur DKI Heru Budi sebut rencana ganjil genap selama 24 jam perlu kajian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono akan mengkaji terkait usulan ganjil-genap kendaraan di DKI Jakarta selama 24 jam. Sebab, ia memikirkan jika masyarakat sedang ada urusan mendadak nantinya akan sulit.

"Itu perlu kajian. Kita perlu mikir kalau ganjil genap ditambah, tentunya kegiatan masyarakat di luar yang sekarang, itu akan sulit," kata Heru di kawasan Jakarta Barat  pada Ahad (27/8/2023).

Baca Juga

Kemudian, ia mencontohkan misalnya malam hari, masyarakat mau mengantar anaknya sakit, melintas atau pas di lokasi ganjil genap, jadinya akan susah. 

"Ya sudah, kita berpikir yang sekarang aja, di luar dari itu, kita usaha di luar dari yang sudah ditetapkan. Ide sih bagus, tapi perlu pertimbangan yang matang," kata dia.

Sebelumnya diketahui, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono siap menemui sejumlah kepala daerah di wilayah penyangga Jakarta yakni Bekasi, Depok, dan Tangerang serta Bogor untuk membahas skema ganjil genap selama 24 jam.

"Kami bahas pekan depan," kata Heru usai menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-20 Rumah Susun (Rusun) Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (26/8/2023).

Usulan ganjil-genap selama 24 jam itu masih perlu dikaji dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya terkait pertimbangan jumlah mobil yang dimiliki setiap warga. "Kami pikirkan dampaknya. Kan tidak semua punya dua atau tiga kendaraan yang nomor ganjil dan genap. Itu nanti kami pikirkan," ujar Heru.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah telah mengusulkan sistem ganjil genap (gage) di Jakarta diterapkan 24 jam atau sehari penuh untuk menjaga kualitas udara di Jakarta dan mengurangi kemacetan.

"Pemerintah provinsi DKI perlu segera evaluasi bekerja dari rumah (work from home/ WFH), kalau evaluasinya sangat kecil untuk mengurangi polusi segera ganjil genap ini berlaku 24 jam," kata Ida kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Ida menuturkan sebaiknya jam tertentu ganjil genap yang berlaku setiap hari kerja dimulai pada pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan berlanjut sore nanti pukul 16.00 WIB-21.00 WIB diubah menjadi 00.00 hingga 23.59 WIB.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement