Sabtu 19 Aug 2023 18:44 WIB

Masuk Tahun Politik 2024, Jokowi Ingatkan Jangan Saling Sikut

Jokowi menekankan usai Pemilu 2024 berakhir, masyarakat harus kembali bersatu.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Endro Yuwanto
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Foto: ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, memasuki tahun politik saat ini, suasana sudah mulai menghangat. Namun, menurut dia, suasana yang menghangat saat ini justru karena persaingan antarkawan sendiri.

"Situasi di tahun politik ini sudah mulai hangat-hangat kuku. Dan sudah mulai cenderung menghangat. Agak memanas tapi belum panas. Dan repotnya yang sudah panas itu justru antarkawan sendiri, sudah mulai saling panas memanasi," kata Jokowi dalam sambutannya di pembukaan rakornas GAMKI di Kota Medan, yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (19/8/2023).

Baca Juga

Karena itu, Jokowi pun mengingatkan bahwa meskipun tengah saling berkompetisi di tahun politik, namun kawan tetaplah seorang kawan. Menurutnya, saling berkompetisi di tahun politik boleh-boleh saja, namun ia meminta agar kompetisi tersebut tidak berujung saling sikut menyikut.

"Sehingga walaupun kita berkompetisi dalam tahun politik ini, kawan adalah kawan. Kalau racing, kalau balapan, boleh-boleh saja. Tapi jangan sikut-sikutan. Apalagi tendang-tendangan," kata Jokowi.

Jokowi menekankan, seluruh masyarakat Indonesia merupakan saudara sebangsa dan se-Tanah Air. Sehingga setelah kompetisi Pemilu 2024 nanti berakhir, masyarakat harus kembali bersatu.

"Jangan dilupakan itu. Agar setelah balapan, setelah racing kita bisa berkawan kembali, bersatu kembali. Jangan antartetangga gak bisa saling menyapa setelah pemilu, jangan antarkawan gak saling menyapa setelah pilpres, enggaklah. Perlu saya ingatkan kita ini saudara sebangsa dan se-Tanah air," ujar Jokowi menjelaskan.

Menurut Jokowi, hal itu sudah menjadi budaya politik di Indonesia. Sikap kekeluargaan, gotong royong, dan bersatu pun harus terus digaungkan. "Itulah budaya politik Indonesia. Kekeluargaan, gotong royong, budaya bersatu ini harus terus kita gaungkan. Oleh karena itu, jangan buat luka terlalu dalam. Ibarat pertandingan ini pertandingan persaudaraan, pertandingan kekeluargaan," jelas dia.

Jokowi pun menyampaikan, setelah persaingan pilpres berakhir, para elite politik sudah berkumpul bersama. Namun ia heran masih banyak masyarakat di bawah yang terus menerus saling bersaing. "Inilah yang sering kita lupa. Karena pasti ada yang menang dan pasti ada yang kalah," cetus dia.

Menurut Jokowi, sebaiknya pihak yang menang di pilpres bisa merangkul dan mengajak pihak yang kalah. Sehingga bisa bersama-sama membantu menjalankan program demi kepentingan masyarakat. Namun jika tidak bisa membantu, ia mengingatkan agar pihak yang kalah tidak menganggu pihak yang menang.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement