Kamis 03 Aug 2023 23:40 WIB

25 Kasus Bunuh Diri Terjadi Juli Lalu, Gorontalo Libatkan Sarjana Psikologi Buat Konseling

Gorontalo mencatat ada 25 kasus bunuh diri sepanjang Juli 2023.

Perempuan depresi (Ilustrasi). Sarjana psikologi akan dilibatkan dalam pemeriksaan kondisi tingkat stres, emosi, hingga konseling warga Gorontalo.
Foto: Pixabay
Perempuan depresi (Ilustrasi). Sarjana psikologi akan dilibatkan dalam pemeriksaan kondisi tingkat stres, emosi, hingga konseling warga Gorontalo.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya menyiapkan sarjana psikolog untuk diterjunkan ke masyarakat. Ini menjadi salah satu upayanya untuk mencegah tindakan bunuh diri di daerah itu yang tergolong fenomenal.

"Kami mulai mendata lulusan sarjana Psikologi di Provinsi Gorontalo. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk menekan kasus bunuh diri, mengingat tahun 2023 ini banyak terjadi kasus bunuh diri di Provinsi Gorontalo," kata Ismail di Gorontalo, Kamis (3/8/2023).

Baca Juga

Pihak Intelijen dan Keamanan Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menyebut jumlah psikolog di Gorontalo memang masih sedikit. Pemerintah provinsi pun akan memaksimalkan sarjana psikologi.

"Saya minta ibu kepala Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan untuk segera mendata berapa banyak lulusan psikologi, kita memerlukan peran semua pihak untuk menekan atau menghilangkan fenomena bunuh diri ini," kata Ismail.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement