Rabu 05 Jul 2023 16:50 WIB

Jubir Anies Sarankan Penilaian JIS Sepenuhnya Diserahkan ke FIFA

Sudirman mempertanyakan menteri yang tak permasalahkan stadion lain kecuali JIS.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andri Saubani
Juru bicara bakal capre Anies Baswedan, Sudirman Said mempertanyakan politisasi Jakarta International Stadium (JIS).
Foto: istimewa/doc humas
Juru bicara bakal capre Anies Baswedan, Sudirman Said mempertanyakan politisasi Jakarta International Stadium (JIS).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kontroversi seputar rencana renovasi Jakarta International Stadium (JIS) oleh pemerintah pusat menjelang Piala Dunia U-17 masih terus bergulir. Banyak pro dan kontra yang muncul di masyarakat.

Polemik turut dihubungkan isu penjegalan Anies Baswedan sebagai kandidat calon presiden (capres). Timbul pertanyaan di masyarakat seolah pusat sulit mengakui JIS yang memang dibangun semasa Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga

Juru bicara Anies Baswedan, Sudirman Said mengatakan, pertanyaan mengapa pemerintah sulit sekali mengakui JIS memang menyeruak di tengah publik. Sebab, pemerintah pusat seperti terus mencari-cari kekurangan dari JIS.

"Masyarakat pasti memiliki pertanyaan yang sama, apa salahnya mengakui ada karya anak bangsa yang bermutu tinggi," kata Sudirman, Rabu (5/7/2023).

 

Padahal, banyak lembaga internasional, lembaga profesi dan pesepak bola internasional mengapresiasi JIS. Eks menteri ESDM ini tidak menampik terbentuk pandangan ini bernuansa politis karena dibangun era Anies.

Persepsi ini mau tidak mau terbentuk karena sudah didului berbagai peristiwa yang sejenis. Seperti yang terjadi pada Formula E semasa Anies, yang dipersulit, dikritik dan tidak diberi dukungan sponsor.

"Namun begitu, Anies selesai (menjabat), menjadi program yang diminati banyak pihak dan banjir sponsor," ujar Sudirman.

Selain Formula E, menimpa pula trotoar dan jalur sepeda yang dibongkar. Pun sodetan Kali Ciliwung yang mengada-ada dan semuanya bukan didasari argumen teknis dan profesional, tapi didasari perspektif politik.

Terkait Menpora yang menyebut ada lima stadion berstandar FIFA dan tidak terdapat JIS di dalamnya, banyak pihak mengaitkan komen tersebut kental aroma politis. Salah satunya dalam rangka mereduksi keberhasilan Anies. 

Sudirman mempertanyakan sikap menteri-menteri yang tidak mempermasalahkan stadion-stadion yang lain dan cuma mengkritik JIS. Sudirman mengusulkan untuk mengakhiri polemik dan menyerahkan penilaian langsung kepada FIFA.

"Serahkan segala sesuatu pada ahlinya," kata Sudirman.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement