Selasa 04 Jul 2023 19:41 WIB

Dimulai September, Revitalisasi Keraton Solo akan Dilakukan Bertahap

Keraton Solo akan didesain tanpa pagar agar bisa dinikmati masyarakat.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Nora Azizah
Sejumlah perempuan mengenakan kebaya saat mengikuti Parade Kebaya Nusantara di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah.
Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Sejumlah perempuan mengenakan kebaya saat mengikuti Parade Kebaya Nusantara di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Revitalisasi Keraton Solo direncanakan akan segera dimulai pada September tahun ini. Revitalisasi tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan pendanaan multiyear. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamengku Negoro Sudibyo dan Kanjeng Ratu usai menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming. Ia mengungkapkan bahwa salah satu kawasan yang disentuh yakni salah satu icon kota Solo yakni alun-alun selatan dan utara. 

Baca Juga

"Tadi juga sudah ada pembicaraan bagaimana kajian dan sebelah mana yang akan dibangun. Yang jelas icon utama yang dibangun itu alun-alun karena merupakan icon utama Kota Solo, nanti di sana ada penataan UMKM," katanya, Selasa (4/7/2023). 

Sedangkan untuk konsepnya, pihaknya mengungkapkan akan menggunakan konsep pedestrian. "Desain yang tadi cukup bagus karena mengusung konsep pedestrian jadi masyarakat kota Solo dan sekitar bisa jalan di alun-alun. Seperti di taman itu. Alun-alun nanti juga akan dipercantik," katanya. 

 

"Iya dikembalikan seperti dulu tanpa pagar karena juga supaya masyarakat bisa masuk menikmati tata kota Keraton Solo yang sudah dipercantik," katanya menambahkan. 

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengungkapkan bahwa pembangunan akan dimulai per September 2023 hingga Juni 2024 mendatang. Sedangkan dana yang digunakan bersumber dari APBN dan hibah UEA. 

"September mulai, Juni 2024 jadi, heem dikombinasikan dengan hibah UEA saling sinergi tenang aja. Minggu depan wes lelang nanti iso didelok kabeh (nanti bisa dilihat semuanya), wis mulai ya bentar lagi mulai," katanya.

"Itu luar semua area alun alun, dua alun alun, nanti berikutnya bertahap songgo Buwono dan lain-lain yang di dalam itu," tambahnya.

Gibran mengungkapkan bahwa konsepnya akan dikembalikan seperti semula, dimana alun-alun menggunakan pasir laut. "Mengikuti bentuk awal, pasir dikembalikan lagi, pasir pantai selatan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement