Selasa 04 Jul 2023 18:07 WIB

Tak Hanya Renovasi Stadion, Pembangunan Stasiun JIS Dinilai Juga Perlu Dipercepat

Stasiun JIS menjadi salah satu akses pendukung yang belum terbangun sebelumnya.

Rep: Eva Rianti/ Red: Nora Azizah
Suasana Stasiun LRT Rawamangun di Jakarta. Pada tahun 2023 tidak akan ada pembangunan lanjutan dari LRT Jakarta fase 2 rute Jakarta Internasional Stadium (JIS). Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Suasana Stasiun LRT Rawamangun di Jakarta. Pada tahun 2023 tidak akan ada pembangunan lanjutan dari LRT Jakarta fase 2 rute Jakarta Internasional Stadium (JIS). Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politisi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta perbaikan berbagai fasilitas di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), seperti akses Stasiun JIS untuk lebih menekankan pada kualitas. Pasalnya, pembelajaran dari sebelumnya, hasil pembangunan JIS yang diresmikan pada era eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninggalkan banyak PR dalam hal kualitas.

“Tentu perlu (dilakukan percepatan), tetapi kalau ditanya mana yang lebih perlu antara percepatan atau kualitas, saya mengatakan kualitas. Percepatan itu biasanya mengorbankan kualitas, makanya saya lebih memilih kualitas,” kata Gilbert kepada Republika.co.id, Selasa (4/7/2023).

Baca Juga

Menurut penuturan Gilbert, pembangunan JIS memang tidak sesuai dengan harapan. Ada banyak perbaikan yang mesti dilakukan, baik dari segi bangunannya, pintu masuk-keluar, area parkir, hingga ketersediaan layanan transportasi publik, termasuk Stasiun JIS.

Stasiun JIS merupakan salah satu infrastruktur pendukung yang belum terbangun ketika Anies Baswedan meletakkan jabatan gubernur DKI pada Oktober 2022 lalu. Padahal jika Stasiun JIS sudah jadi, warga bisa menggunakan transportasi publik dengan lebih maksimal dengan turun di sisi utara dan hanya berjalan kaki sekian meter menuju gedung JIS.

Ihwal stasiun dan perkeretaapian itu sendiri menjadi tugas Pemprov DKI Jakarta, usai kunjungan yang dilakukan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Ketum PSSI yang juga Menteri BUMN Erick Thohir ke JIS di bilangan Jakarta Utara pada Selasa (4/7/2023).

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyatakan bahwa progress pembangunan stasiun KRL sementara di JIS sudah sekitar 30 persen. Namun, mengalami kendala karena di titik yang sama sedang ada pembangunan Tol Harbour Road II. Gilber berpendapat, keberjalanan pembangunan stasiun tersebut dijalankan saja sesuai dengan kondisi yang ada dan tidak perlu mengunggulkan pembangunan stasiun terlebih dahulu agar lebih cepat.

“Enggak mungkin salah satu harus diunggulkan, jadi kalau memang sudah direncanakan untuk Tol Harbour II ya selesaikan saja, sekarang pikirkan bagaimana untuk pembangunan ini bisa tetap jalan. Tapi kembali kalau dua-duanya dikerjakan, pasti ada yang berkurang kualitasnya, kan itu harus matang duluan cor-corannya kalau tiba-tiba dikerjakan dua-duanya ya enggak bisa,” tutur Gilbert.

Dari pantauan Republika.co.id di lokasi pada Selasa (4/7/2023), sama sekali belum ada fondasi pembangunan Stasiun JIS. Yang ada adalah aktivitas para pekerja yang sedang menyelesaikan pembangunan Tol Harbour Road II yang menghubungkan Ancol Timur-Pluit.

Adapun lokasi proyek tol dan stasiun memang berdempetan di sisi utara stadion yang berlokasi di Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tersebut. Proyek tersebut milik pemerintah pusat di bawah Kementerian PUPR.

Menurut salah seorang pekerja Khairul, pembangunan Stasiun JIS sedikit terhambat karena berbarengan dengan pengerjaan tol. Dia mendapat informasi jika pembangunan stasiun baru bisa dilakukan setelah proyek tol rampung.

“Pembangunan Stasiun baru dikerjakan setelah pembangunan beberapa fondasi tol yang lagi dikerjakan, baru deh pembangunan Stasiunnya dimulai,” ujar Khairul salah seorang pekerja proyek tol di kawasan JIS, Jakarta Utara, Selasa.

Adapun untuk informasi lebih detailnya, ia meminta hal itu ditanyakan kepada pejabat berwenang. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo menargetkan pembangunan Stasiun KRL JIS selesai pada 2024. Menurut dia, jika stasiun itu sudah rampung dan beroperasi, bisa memudahkan masyarakat untuk menuju JIS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement