Sabtu 01 Jul 2023 01:40 WIB

Per Mei 2023, Penyaluran KUR di Sulsel Capai Rp 4,6 Triliun

Penerima KUR terbesar yakni sektor pertanian, perburuan, kehutanan dan perdagangan.

Perajin tenun toraja.
Foto: Indira Rezkisari/Satya Festiani
Perajin tenun toraja.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan (Sulsel) Supendi menyebutkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Sulsel hingga akhir Mei 2023 telah mencapai Rp 4,6 triliun untuk 93.350 debitur.

"Kalau dari bulan sebelumnya itu ada peningkatan sekitar 30 ribuan debitur dengan penyaluran Rp 3 triliun," ujar Supendi, Jumat (23/6/2023).

Baca Juga

Supendi mengatakan, sektor usaha pertanian, perburuan, dan kehutanan serta perdagangan besar dan eceran masih menjadi sektor terbesar untuk penyaluran KUR. Kemudian, disusul sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya; industri pengolahan; perikanan; serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum.

Selanjutnya, sektor transportasi pergudangan dan komunikasi; real estat, usaha persewaan, dan jasa perusahaan; konstruksi; jasa kesehatan dan kegiatan sosial; jasa pendidikan; serta jasa pertambangan dan penggalian.

Sektor usaha pertanian, perburuan dan kehutanan penyalurannya mencapai Rp 2,07 triliun dan sektor pergudangan besar dan eceran tersalur Rp 1,6 triliun. Selanjutnya, sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya tersalur Rp 353,83 miliar dan industri pengolahan Rp 213,87 miliar.

Sektor perikanan tersalur Rp 207,6 miliar, sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum tersalur Rp 118,5 miliar. Berturut-turut sektor transportasi pergudangan dan komunikasi tersalur Rp 45,52 miliar, sektor real estat, usaha persewaan dan jasa perusahaan tersalur Rp 23,81 miliar.

Sektor konstruksi tersalur Rp 7,80 miliar, jasa kesehatan dan kegiatan sosial tersalur Rp 7 miliar, jasa pendidikan tersalur Rp 1 miliar dengan debitur 10 orang serta jasa pertambangan dan penggalian tersalur Rp 710 juta untuk tiga debitur.

"Kalau bank penyalur itu yang terbanyak menyalurkan yakni BRI sebanyak Rp 3,8 triliun disusul Bank Mandiri Rp 474 miliar, BNI Rp 159,04 miliar, Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp 54,61 miliar dan lainnya Rp 132 miliar," kata Supendi.

Salah satu pengguna KUR, Angel, pelaku UKM kerajinan kain tenun khas Toraja, menyatakan, pinjaman KUR yang diperoleh dari BRI menjadi modal untuk mengembangkan usahanya. Bagi Angel, modal usaha menjadi salah satu penentu menumbuhkan usaha, sekaligus membuka peluang para pelaku UKM untuk terus mengembangkan usahanya.

Sebagai pelaku UKM binaan BRI, kepercayaan pihak perbankan kepadanya bukan tanpa alasan. Angel membuktikan bahwa pembinaan yang diberikan BRI selama ini sangat bermanfaat lewat berbagai karya yang dihasilkan.

"Syukur karena pinjaman ini bisa menambah untuk beli bahan, jadinya semakin banyak hasil kerajinan yang bisa kita buat dan dipasarkan," kata perempuan berumur 59 tahun ini.

Sebagai perajin, Angle berhasil mencatat pendapatan sekitar Rp 12 juta per bulan dengan omzet Rp 20 juta per bulan. Sementara pada bulan lainnya, penghasilannya berkisar Rp 8 juta-Rp 10 juta per bulan.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement