Jumat 16 Jun 2023 18:24 WIB

Apakah Kaesang Mampu Menghadapi Kekuatan Politik PKS di Depok?

Berikut ini adalah tiga kekurangan dan kelebihan Kaesang maju pilkada di Depok.

Rep: Mabruroh, Dessy Suciati Saputri/ Red: Erdy Nasrul
Warga berjalan di dekat baliho bergambar putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (23/5/2023). Baliho yang dipasang oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok itu untuk memperkenalkan sosok Kaesang kepada warga yang nantinya akan diusung oleh partai tersebut pada Pilkada 2024.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga berjalan di dekat baliho bergambar putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (23/5/2023). Baliho yang dipasang oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok itu untuk memperkenalkan sosok Kaesang kepada warga yang nantinya akan diusung oleh partai tersebut pada Pilkada 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putra Bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep menyatakan siap maju di Pilkada untuk menjadi wali kota Depok 2024. Menanggapi kesiapan Kaesang, Pakar Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah, Deden Mauli Darajat turut mengapresiasi ikhtiyar Kaesang. Menurutnya, ada tiga kelebihan dan tiga kekurangan apabila Kaesang hendak maju menjadi Walikota Depok.

“Kaesang maju jadi cawalkot Depok yang pertama secara perspektif komunikasi politik, dia sudah terkenal ya, jadi popularitasnya dia sudah dapat, karena dia youtuber, dia aktif di media sosial Instagram, Tiktok,” kata Deden, Jumat (16/6/2023).

Baca Juga

Kedua, dia anak muda yang punya pandangan kekinian. Ketiga, Kaesang adalah anak presiden sehingga preference power melekat dalam dirinya. Sama halnya seperti Agus Harimurti Yudhoyono anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atau Megawati anak Presiden Soekarno.

“Jadi (kelebihannya) tiga hal tadi, dia popular, dia anak muda dan dia preference power,” kata Deden.

Minusnya lanjut Deden, pertama pasti Kaesang akan dihajar tentang dinasti politik. Karena ayahnya sebagai Presiden, kakaknya Gibran Rakabuming menjadi Wali Kota Solo dan Bobby Nasution yang merupakan abang iparnya, menjadi Wali kota Medan.

“Nah ini pasti (dianggap) dinasti politik. Ini sasaran tembak dengan peluru narasi politik dinasti,” ujar Deden.

Meski dinasi politik dalam tradisi demokrasi sendiri sah-sah saja. Namun dalam ranah etika, masyarakat akan beranggapan lain. “Masa iya sih?” kata Deden.

Kekurangan kedua, karena Kaesang masih terlalu dini untuk masuk dalam struktur politik apalagi menjadi kepala daerah. “Masih terlalu muda untuk masuk ke wilayah politik, secara pengalaman, dia belum terlalu matang untuk menjadi Wali Kota Depok,” ungkapnya.

Kekurangan ketiga,...Lihat halaman berikutnya >>

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement