Selasa 06 Jun 2023 14:10 WIB

Polusi di DKI Semakin Buruk, PSI: Butuh Sosok Gubernur Tegas

Justin mendorong pembatasan kendaraan bermotor dan perbaikan tata ruang di Jakarta.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Erik Purnama Putra
 Berdasarkan data dari IQAir, indeks kualitas udara di Jakarta berada dikategori sedang, Selasa (20/12/2022).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Berdasarkan data dari IQAir, indeks kualitas udara di Jakarta berada dikategori sedang, Selasa (20/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana menilai, kondisi polusi udara di DKI Jakarta berbahaya untuk kesehatan warganya, terutama pada anak-anak. Dia pun mendorong ketegasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, terutama gubernur untuk membenahi masalah lingkungan.

"Penyelesaiannya tidak mudah, perlu integrasi di banyak lini. Butuh sosok gubernur yang tegas, visioner, dengan agenda kerja yang progresif dibanding yang berpikiran sederhana dengan mempromosikan kendaraan listrik dengan Formula E sebagai upayanya mengurangi polusi," kata Justin di Jakarta pada Selasa (6/6/2023).

Justin menganggap, ada dua hal utama yang perlu dibenahi. Keduanya adalah mulai  pembatasan kendaraan bermotor dan perbaikan tata ruang di DKI Jakarta yang begitu semrawut alias tidak tertata dengan baik. Adapun kontributor utama atas buruknya kualitas di DKI Jakarta memang polusi akibat kendaraan bermotor.

Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri pada 2022 ada sekitar 26 juta kendaraan roda dua dan empat di Ibu Kota. Sejauh ini, menurut Justin, belum pernah ada upaya tegas dalam mengendalikan populasi kendaraan bermotor.

"Pembatasan penggunaan kendaraan bermotor bisa dilakukan dengan WFH, penegakkan aturan pemilik mobil wajib punya garasi, pengetatan uji emisi yang, menaikkan tarif parkir, penindakan parkir liar, juga menyediakan transportasi umum yang aman dan nyaman," kata Justin.

Anggota Komisi D DPRD DKI itu meminta Pemprov DKI mendesak perbaikan tata ruang seperti menyediakan rumah susun nyaman terjangkau untuk relokasi pemukiman padat-kumuh kota. Hunian yang terkonsentrasi dapat memudahkan Pemprov DKI untuk mengintegrasikan antara hunian penduduk dengan sistem transportasi massal.

Selama hunian penduduk terus menerus tidak terzonasi dengan baik, menurut Justin, sulit untuk mengintegrasikan dengan jaringan transportasi umum dan mendorong warga untuk membeli kendaraan bermotor. "Banyak sekali lini yang harus dibenahi, akan tetapi sangat vital untuk melindungi warga dan anak-anak kita dari penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti ispa dan lainnya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement