Selasa 09 May 2023 15:54 WIB

Polisi Gali Motif Pembunuhan Bos Depot Air di Semarang

Polisi menyelidiki kemungkinan ada barang-barang korban yang hilang.

Rep: S Bowo Pribadi/ Red: Teguh Firmansyah
Garis Polisi (ilustrasi)
Foto: Antara/Jafkhairi
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Aparat kepolisian belum dapat memastikan motif di balik pembunuhan dan mutilasi jasad pemilik usaha depot air mineral isi ulang di jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Sejauh ini polisi masih mendalami keterangan para saksi, barang bukti serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh penyidik satreskrim Polrestabes Semarang yang diback up Ditreskrimum Polda Jawa Tengah.

Baca Juga

Kapolrestbes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar yang dikonfirmasi mengungkapkan, polisi masih mendalami kemungkinan adanya barang berharga milik korban yang hilang, di balik peristiwa pembunuhan dan mutilasi ini.

“Barang-barang korban yang hilang, sedang dalam proses penyelidikan,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, di sela memimpin olah TKP di lokasi penemuan jenazah Irwan Hutagalung, Selasa (9/5) siang.

 

Sehingga, lanjut Kapolrestabes Semarang, motif dari peristiwa pembunuhan dan mutilasi ini belum dapat disampaikan, karena masih diperlukan pendalaman untuk mengungkap ‘teka- teki’ siapa pelakunya.

Sehingga terkait dengan motif dari pembunuhan ini, dengan apa korban Irwan Hutagalung dianiaya hingga meninggal dunia dan dimutilasi, nanti akan semakin jelas setelah pelakunya tertangkap.

 

Saat ini masih dalam proses pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang untuk mengungkap siap pelakunya, beberapa saksi sudah diminta keterangannya.

 

“Nanti dari proses pemeriksaan saksi yang dikaitkan dengan hasil oleh TKP, kemudian jga hasil keterangan dari dokter forensik –diharapkan-- akan segera mengarah kepada siapa pelakunya,” tegas Irwan.// n bowo pribadi

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement