Ahad 30 Apr 2023 18:24 WIB

Survei Indikator, Kepercayaan Terhadap Polri Terus Membaik

Saat kasus Sambo kepercayaan publik kepada polisi hanya 54 persen.

Survei Indikator menyebut tingkat kepercayaan publik ke Polri terus meningat. Foto ilustrasi kasus Ferdy Sambo yang membuat kepercayaan publik ke Polri menurun.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Survei Indikator menyebut tingkat kepercayaan publik ke Polri terus meningat. Foto ilustrasi kasus Ferdy Sambo yang membuat kepercayaan publik ke Polri menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Temuan survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyebutkan kepercayaan terhadap Kepolisian terus meningkat. Jika sebelumnya posisinya ada di nomor dua dari bawah, saat ini posisi Polri ada di nomor lima, di bawah TNI, Presiden, Kejaksaan, dan Pengadilan.

Dalam survei itu, TNI masih menjadi lembaga paling dipercaya dengan 97,7 persen), Presiden (92,8 persen), Kejagung (80,6 persen), Pengadilan (77,8 persen), Polri 73,2 persen), KPK (72,4 persen), DPD (71,5 persen), MPR (71,3 persen), DPR (63,4 persen), Parpol (61,8 persen).

Baca Juga

Burhan mengatakan, saat kasus Sambo, survei kepercayaan publik hanya 54 persen. Angka ini hanya di atas kepercayaan partai politik, yang posisinya ada di paling bawah. “Jauh sekali dibanding sebelum kasus Sambo,” kata Burhanuddin, dalam pemaparan surveinya, Ahad (30/4/2023).

Saat ini, lanjut dia, kepercayaan publik sudah mulai meningkat. Walaupun belum pulih seperti sebelum kasus Sambo, yang pada 2021 mencapai 80 persen ” kata dia.

Adapun terkait dengan sejumlah progam restorative justice (RJ), mayoritas masyarakat belum mengetahuinya. Burhan mengatakan hanya 23,4 persen respondan yang tahu RJ. "Tapi sebagian besar yang mengetahui RJ yakin jika RJ akan memberikan keadilan. Problemnya adalah sosialisasi RJ kurang,” kata Burhanuddin.

Begitu juga halnya dengan Posko Presisi Polri. Responden yang tahu hanya 13,4 persen responden yang tahu. Namun dari angka ini, mayoritas percaya Posko ini akan bisa memelihara ketertiban. “Tinggal disosialisasikan,” kata dia.

Hal yang juga ditemukan adalah ada kepuasan tinggi terhadap kineja kepolisian yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Dalam hal memelihara keamanan sebanyak 73,6 persen yang menyatakan puas dan sangat puas.

Sementaa dalam hal membangun komunikasi dengan masyarakat, sebanyak 71,5 persen puas. Sisanya tidak puas (19.1 persen) dan tidak menjawab (9,4 persen)

Survei Indikator ini dillakukan pada 11-17 April 2023, dengan wawancara tatap muka. Jumlah responden sebanyak 1.220 orang responden dan toleransi kesalahan sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement