Sabtu 29 Apr 2023 23:57 WIB

Satlantas Polresta Bogor Prediksi Arus Balik Selesai H+9

Satlantas sebut libur panjang banyak dimanfaatkan warga untuk liburan

Anggota Satlantas Polres Bogor mengatur lalu lintas saat arus balik di jalan raya Puncak, Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/4/2023). Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik  dari arah Cianjur menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor.
Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Anggota Satlantas Polres Bogor mengatur lalu lintas saat arus balik di jalan raya Puncak, Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/4/2023). Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan kendaraan saat arus balik dari arah Cianjur menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Satlantas Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat memprediksi gelombang arus balik kendaraan yang cukup padat pada libur Lebaran 2023 akan selesai pada H+9 atau Senin (1/5) meskipun di wilayahnya ada perpanjangan cuti aparatur sipil negara (ASN) hingga Selasa (2/5).

"Kami (akan) lihat. Tapi prediksi kami sampai tanggal 1 saja arus balik ini. Tapi kami (akan) lihat perkembangan, apalagi ada pengaturan, ataupun perpanjangan waktu libur, sehingga kami tetap antisipasi atau berjaga-jaga di seputaran Kota Bogor," kata Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria di Pos Layanan Terpadu Baranangsiang, Sabtu (29/4/2023).

Menurut Galih arus balik yang hampir merata kepadatannya sejak H+5 hingga H+7 ini setelah ada perpanjangan cuti membuat jumlah masuk kendaraan ke Kota Bogor stabil tinggi mencapai 340 ribu unit.

Diketahui, Pemerintah Kota Bogor mempersilakan aparatur sipil negara (ASN) memperpanjang cuti bersama lebaran 2023 sesuai imbauan Presiden Jokowi untuk menghindari penumpukan kendaraan pada arus balik serta menunda halalbihalal untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat.

 

Bima Arya berpendapat di Kota Bogor imbauan itu positif untuk menekan volume kendaraan yang masuk ke daerahnya di hari-hari libur lebaran, karena sedang dipadati oleh wisatawan.

Hal itu menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak masyarakat untuk menghindari puncak arus balik Lebaran 2023 pada 24-25 April 2023 guna memecah penumpukan orang dan kendaraan.

Jokowi mengatakan masyarakat dapat memundurkan jadwal kembali dari mudik setelah 26 April 2023. Ketentuan tersebut, kata Jokowi, berlaku bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN ataupun pegawai swasta yang mekanisme teknis liburnya dapat diatur oleh instansi masing-masing baik berupa cuti tambahan atau cuti lainnya.

Begitupun, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) ad interim Mahfud MD menyampaikan alasan instruksi penundanaan halal bihalal di lingkungan kementerian, TNI, Polri, BUMN hingga pemerintah daerah untuk menjamin kelancaran mobilisasi arus balik.

Menurut Kompol Galih, libur lebaran 2023 yang panjang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata ke kota hujan. Di Kota Bogor terdapat Kebun Raya Bogor, Kuntum, Wisata Air Junggle Water park dan wisata lain yang menarik perhatian pengunjungnya.

Belum lagi, kata dia, pusat kuliner Suryakencana dan Pajajaran yang digandrungi masyarakat. Mereka yang berlibur ke Puncak, Sukabumi, Cianjur melintasi Kota Bogor, sehingga banyak situasi yang membuat mereka mampir.

Kompol Galih menyampaikan, sejak H+1 hingga saat ini Kota Bogor didominasi wisatawan lokal dan regional dibanding arus balik pemudik.

Kendaraan yang masuk pun didominasi bukan oleh bus atau mobil melainkan sepeda motor. Pemantauan arus lalu lintas yang digunakan oleh Satlantas Polresta Bogor Kota yakni teknologi baru Bogor digital smart mobil account (Bismo) yang terhubung ke CCTV counter.

"Yang terekam di Aplikasi Bismo rata-rata 340 ribu. Kendaraan kebanyakan wisatawan, tapi akan kita pantau terus arus baik akan sampai kapan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement