Rabu 12 Apr 2023 02:37 WIB

Politikus PDIP: Kepuasan Publik Jadi Energi Positif untuk Jokowi

Survei LSI tunjukan tingkat kepuasan publik terharap Jokowi capai 76,8 persen.

Rahmad Handoyo
Foto: DPR RI
Rahmad Handoyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo, mengatakan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo, yang mencapai 76,8 persen versi Lembaga Survei Indonesia (LSI), menjadi energi positif untuk pemerintahan Jokowi.

"Ini sebagai sebuah energi positif rakyat untuk Jokowi menyelesaikan kerjanya dengan legacy(warisan) yang baik. Kalau bisa, dipertahankan sampai berakhirnya periode akhir jabatan dengan hasil kerja kerjanya," kataRahmad dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Rahmad menjelaskan hasil jajak pendapat dari LSI itu merupakan energi positif dan vitamin bagi Presiden Jokowi dan seluruh anak buahnya di pemerintahan, supaya saat masa jabatannya berakhir, Jokowi bisa meninggalkan warisan yang baik atas hasil kerjanya selama menjabat dua periode.

Meski begitu, Anggota Komisi IX DPR itu kembali mengingatkan masih ada sebagian masyarakat yang menyatakan belum puas berdasarkan hasil survei tersebut, sehingga itu harus dijadikan sebagai bagian dari kritik dan upaya perbaikan.

"Sebagai hal kritik perbaikan, artinya masih ada yang berbeda dan pemerintah harus memacu terus supaya bekerja dengan baik sampai periode akhir," ujarnya.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi. Survei pada tanggal 31 Maret-4 April 2023 itu melibatkan responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon sekitar 83 persen dari total populasi nasional.

Hasilnya, responden yang sangat puas dengan kinerja Jokowi mencapai 21,8 persen; cukup puas 55 persen; kurang puas 16,8 persen; tidak puas sama sekali 2,9 persen; serta tidak tahu atau tidak menjawab 3,5 persen.

Jumlah responden survei itu mencapai 1.229 responden yang didapatkan melalui metode random digit dialing (RDD), dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement