Kamis 09 Mar 2023 11:53 WIB

Masih Ada 206 Korban Kebakaran Depo Plumpang yang Mengungsi

Pengungsi berada di kantor PMI Jakut, RPTRA Rasella, dan posko Kelurahan Rawa Badak.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Erik Purnama Putra
Warga korban terdampak kebakaran Depo Pertronik, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, dan akta kematiannya hangus terbakar akibat peristiwa yang terjadi Jumat (3/3/2023) malam WIB.
Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Warga korban terdampak kebakaran Depo Pertronik, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, dan akta kematiannya hangus terbakar akibat peristiwa yang terjadi Jumat (3/3/2023) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan akan terus melakukan penanganan terbaik bagi korban dan pengungsi bencana kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat (3/3/20223). Saat ini, jumlah pengungsi masih tercatat 206 orang.

"Menurut data BPBD DKI hingga pukul 06.00 WIB termasuk tambahan posko pengungsian yang dekat lokasi rumah penduduk, tercatat jumlah pengungsi saat ini sebanyak 206 orang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta pada Kamis (9/3/2023).

Baca Juga

Adapun perincian pengungsi yang saat ini mencapai 206 orang berada di kantor PMI Jakarta Utara bertambah 12 orang sehingga jumlahnya menjadi 101 orang. Kemudian di RPTRA Rasella berjumlah 25 orang dan Posko Pengungsian RW 09 Kelurahan Rawa Badak Selatan 80 orang.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta hingga pukul 06.00 WIB, korban meninggal berjumlah 19 orang. Sedangkan, untuk korban dirawat sebanyak 32 orang sedang dalam penanganan tim medis di enam rumah sakit," kata Isnawa.

 

BPBD DKI Jakarta telah mengirimkan 50 personel dan mendirikan dua tenda pengungsi yang bertempat di RPTRA Rasela dan kantor Wali Kota Jakarta Utara. Petugas juga mendistribusikan bantuan berupa air mineral, sarung, selimut, mukena, terpal, matras, family kit, kidsware, sandang, kantong jenazah, sabun batangan, wipol, hand sanitizer, masker, kipas angin, alas tenda, dan megaphone.

"Pemprov DKI Jakarta terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan kebakaran ini karena melindung warga dan memastikan keselamatan warga adalah hal yang paling utama," kata Isnawa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement