Ahad 05 Mar 2023 10:29 WIB

Kapolri Pastikan Tim Investigasi Dalami Penyebab Kebakaran di Plumpang

Dari laporan awal, terjadi gangguan teknis saat pengisian BBM di Depo Plumpang.

Foto udara pemukiman penduduk terdampak kebakaran disekitar Depo Pertamina Plumpang, Koja Jakarta Utara. Api yang besar dan kondisi cuaca yang buruk membuat angin mengembuskan api ke wilayah pemukiman warga Sabtu (4/4/2023).
Foto: Republika/Fakhtar Khairon Lubis
Foto udara pemukiman penduduk terdampak kebakaran disekitar Depo Pertamina Plumpang, Koja Jakarta Utara. Api yang besar dan kondisi cuaca yang buruk membuat angin mengembuskan api ke wilayah pemukiman warga Sabtu (4/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung lokasi Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Ahad (5/3/2023). Ia memastikan tim investigasi gabungan dari Polri dan pihak terkait akan mendalami penyebab terjadinya kebakaran.

"Kita dengan tim Pak Kapolda, Kabareskrim Polri, dan tim gabungan investigasi didampingi rekan-rekan Pertamina melakukan pengecekan awal di TKP," kata Sigit dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Ahad.

Baca Juga

Dari tinjauan dan laporan awal yang diterimanya, Sigit mengungkapkan peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Awalnya, kata Sigit, di lokasi itu sedang melakukan pengisian bahan bakar minyak jenis pertamax yang dikirim dari Balongan.

Saat pengisian, menurut Sigit dari informasi awal yang diterimanya, terjadi gangguan teknis yang mengakibatkan terjadinya tekanan berlebihan. Setelah itu, terjadilah kebakaran.

Meski begitu, tim investigasi gabungan masih akan terus melakukan pendalaman terkait dengan sumber api awal di lokasi kejadian. "Tentunya untuk mencari tahu sumber api dari mana, ini sedang dilakukan pendalaman oleh tim," ujar Sigit.

Sigit menyatakantim investigasi gabungan melakukan pendalaman dengan meminta keterangan beberapa saksi hingga memeriksa CCTV. Dengan dilakukannya pendalaman secara komprehensif, kata Sigit, tim investigasi gabungan akan melakukan proses pembuktian dengan scientific crime investigation (SCI).

"Saat ini, kita sedang kumpulkan saksi, CCTV, kemudian hal-hal yang kita perlukan sifatnya teknis sehingga nanti bisa kita jelaskan secara scientific crime investigation tentang peristiwa yang sebenarnya. Khususnya terkait sumber api yang mengakibatkan terjadinya kebakaran," ucap Sigit.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement