Sabtu 04 Mar 2023 17:05 WIB

Dirut RSPP Sebut Pasien Kebakaran Plumpang Butuh Waktu Pemulihan Hingga 6 Bulan

Total saat ini ada 12 korban kebakaran Plumpang yang berada di ruang ICU RSPP

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi pasien korban kebakaran Depo Pertamina di RSPP, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr. Theryoto menjelaskan para korban kebakaran TBBM Pertamina di Plumpang butuh waktu pemulihan tiga hingga enam bulan. Hal ini dikarenakan tingkat luka bakar yang berkisar antara 70 hingga 95 persen.
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi pasien korban kebakaran Depo Pertamina di RSPP, Jakarta, Sabtu (4/3/2023). Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr. Theryoto menjelaskan para korban kebakaran TBBM Pertamina di Plumpang butuh waktu pemulihan tiga hingga enam bulan. Hal ini dikarenakan tingkat luka bakar yang berkisar antara 70 hingga 95 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr. Theryoto menjelaskan para korban kebakaran TBBM Pertamina di Plumpang butuh waktu pemulihan tiga hingga enam bulan. Hal ini dikarenakan tingkat luka bakar yang berkisar antara 70 hingga 95 persen.

"Butuh waktu pemulihan tiga sampai eban bulan. Itu saja rerata untuk yang luka bakarnya paling tidak 79 persen," ujar Theryoto saat ditemui di RSPP, Sabtu (4/3/2023).

Baca Juga

Saat ini, korban yang dirawat di RSPP berjumlah 25 orang dengan posisi 12 korban berada di ruang perawatan ICU dan 13 korban sudah menjalani perawatan di ruang rawat inap.

"Total dari jam 1 dini hari tadi hingga subuh tadi kami menerima 26 pasien rujukan dengan 23 pasien dewasa dan tiga pasien anak anak," ujar Theryoto.

Sayangnya, salah satu pasien dinyatakan meninggal dunia karena tingkat luka bakar yang cukup parah. Ia menegaskan RSPP akan memberikan perawatan semaksimal mungkin untuk para korban kebakaran.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan perawatan dan pemulihan. Namun karena saat tiba di kami kondisinya memang sudah memburuk, satu pasien perempuan meninggal dua jam yang lalu," ujar Theryoto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement