Jumat 24 Feb 2023 11:51 WIB

David, Korban Penganiayaan Anak Eks Pejabat Pajak adalah Seorang Mualaf

David adalah putra dari pengurus pusat GP Ansor, Jonathan Latumahina.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Andri Saubani
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjenguk David, putra dari pengurus pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menjadi korban penganiayaan anak eks pejabat pajak, Mario Dandy Satriyo. Sama dengan ayahnya, David diketahui sebagai mualaf. (ilustrasi)
Foto: Twitter Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjenguk David, putra dari pengurus pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menjadi korban penganiayaan anak eks pejabat pajak, Mario Dandy Satriyo. Sama dengan ayahnya, David diketahui sebagai mualaf. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - David, korban penganiayaan oleh anak mantan pejabat pajak hingga kini masih terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit. David (17 tahun) merupakan putra dari pengurus pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jonathan Latumahina.

David diketahui menjadi mualaf empat tahun lalu. Ia mengikuti jejak sang ayah yang lebih dulu memutuskan berada di jalan Islam.

Baca Juga

Menurut unggahan Twitter resmi Nahdlatul Ulama (NU), Kamis (24/2/2023), David secara yakin mengucapkan kalimat syahadat saat Ramadhan 2019. Saat itu usianya masih 13 tahun.

"Ramadhan 2019 David kecil mengikuti jejak ayahnya menjadi mualaf. Ia minta disyahadatkan di Muntilan, Magelang. David hingga kini belum sadar. Bismillah.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا," demikian keterangan NU beserta video David tengah membaca syahadat.

Pada video tersebut, David dituntun membaca kalimat syahadat secara perlahan oleh seorang ustaz. Sang ayah diduga tengah merekam momen penting itu.

Dalam unggahan terbaru di Twitter, ayah David berharap kepulihan David dan menyertakan foto putranya yang tengah membaca buku "Ajaran-Ajaran Gus Dur." "Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman," katanya dalam keterangan foto yang diunggah, Jumat (24/2/2023).

 

 

David diketahui masih berada di ruang ICU sejak terkapar dikeroyok Mario Dandy Satriyo pada Senin (20/2/2023) lalu. Paman David, Rustam Hatala, mengatakan, pihak keluarga masih terus menjaganya.

Hingga hari kelima perawatan intensif David hanya menunjukkan pergerakan yang sangat minim. "Kalau gerak sih setelah kemarin ada penanganan, ada sempat respons satu dua kali. Jadi, setelah itu ya biasa lagi," ujar Rustam pada Jumat (24/2/2023).

Adapun, ayah David, Jonathan, sebelumnya mengatakan, keluarga tersangka telah datang kepadanya dan meminta maaf. Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan meski ia telah ikhlas memaafkan para pelaku.

"Keluarga pelaku semalam datang minta maaf, saya maafkan. Saya hanya meniru anak saya yang sangat pemaaf. Dan mohon maaf juga, proses hukum sudah bergulir. Kita punya tanggung jawab masing-masing. Mohon doanya sampai saat ini David belum siuman," kata Jonathan.

Rafael Alun Trisambodo, ayah Mario, pada Kamis (23/2/2023), muncul ke publik untuk melayangkan permohonan maaf atas perbuatan penganiayaan oleh putranya.

"Saya Rafael Alun Trisambodo, orang tua Mario Dandy, dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Mas David dan keluarga besar Bapak Jonathan, keluarga PBNU, dan keluarga besar GP Ansor karena perbuatan putra saya telah menyebabkan luka serius dan trauma yang mendalam," kata Rafael.

Baca juga : Anak Pejabat Pajak Jadi Tersangka, Polisi: Pelaku Perintahkan Korban Sujud Kepadanya

Dalam pesannya, Rafael mendoakan kesembuhan David dan akan terus mengikuti proses hukum yang berlaku atas perbuatan putranya. Ia juga menyesali perbuatan putranya yang sudah merugikan dan mengecewakan banyak orang.

"Hal ini merupakan masalah pribadi keluarga kami dan kami akan mengikuti seluruh proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement