Senin 20 Feb 2023 16:13 WIB

Pasien Varian Kraken Indonesia Bertambah, Total Enam Kasus

Penambahan pasien varian Kraken berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Nora Azizah
Calon penumpang antre masuk ke dalam Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Calon penumpang antre masuk ke dalam Terminal 1 A Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan, ada penambahan empat kasus Covid-19 varian Kraken di Indonesia. Alhasil, total varian baru itu hingga kini berjumlah enam kasus.

“Dua pasien sudah diumumkan, satu dari luar negeri, Polandia, satunya pulang dari umroh. Saat ini ada penambahan empat kasus,” kata Syahril kepada awak media di Jakarta, Senin (20/2/2023).

Baca Juga

Menurutnya, penambahan kasus kraken pertama dari empat kasus itu datang dari perempuan berusia 46 tahun yang sudah mendapat booster Sinopharm. Ihwal melakukan tindakan lebih jauh, dia mengaku, perempuan itu tidak tinggal di alamat yang ada saat ini sehingga sulit pelacakan epidemiologi.

“Pasien berikutnya, seorang perempuan (22 tahun) sudah booster lebih dari enam bulan, gejala ringan tanpa komorbid dan sudah isoman, sembuh,” katanya.

Sementara itu, pasien Kraken baru ketiga merupakan lelaki berusia 47 tahun, dan penambahan kasus terakhir adalah perempuan 37 tahun. Berbeda dengan yang lain, dua kasus terakhir, dia sebut masih dalam penyelidikan epidemiologi.

“Kami ingin sampaikan, meski ada beberapa negara mengalami kenaikan kasus kraken, tapi Alhamdulillah, sejak Desember di Indonesia hanya ada satu pasien. Hingga saat ini ada total enam pasien,” kata Syahril. 

Dari empat kasus yang ada secara keseluruhan, lanjut Syahril, tidak bergejala. Sedangkan dua lainnya, kata dia, hanya mengalami gejala ringan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement