Jumat 18 Nov 2022 12:43 WIB

Petani di Kabupaten Lebak Menanam Benih Nutrisi Zinc 1.000 Hektare

Anak stunting di Kabupaten Lebak pada Juni 2022 tercatat sebanyak 5.596 orang.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Petani menyemprot tanaman padi varietas nutrisi zin untuk menurunkan kasus stunting di Kabupaten Lebak (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Arnas Padda
Petani menyemprot tanaman padi varietas nutrisi zin untuk menurunkan kasus stunting di Kabupaten Lebak (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Petani di Kabupaten Lebak melakukan gerakan tanam padi benih varietas nutrisi zinc di lahan seluas 1.000 hektare pada November-Desember 2022. Program itu untuk membantu mengatasi dan menurunkan angka prevalensi stunting atau kekerdilan yang dialami anak-anak akibat gagal tubuh.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan, gerakan tanam padi benih varietas nutrisi zinc merupakan keterlibatan petani untuk menurunkan kasus stunting. Menurut dia, penanganan stunting di Kabupaten Lebak melibatkan semua pihak, dan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja.

Karena itu, petani Kabupaten Lebak pada musim tanam akhir tahun ini, melakukan gerakan tanam varietas nutrisi zinc. "Kami optimistis angka prevalensi stunting di daerah ini menurun 14 persen pada tahun 2024 sesuai harapan Presiden Joko Widodo," kata Deni menjelaskan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (18/11/2022).

Menurut dia, keunggulan benih varietas nutrisi zinc memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Sehingga zat yang terkandung dapat menurunkan kasus kekurangan gizi maupun ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis (KEK) yang berpotensi melarikan anak stunting.

 

Kandungan gizi beras nutrisi zinc jika dikonsumsi oleh anak-anak stunting dan kekurangan gizi, termasuk ibu hamil yang mengalami KEK dipastikan bisa meningkatkan status gizi mereka. Gerakan penanaman benih padi varietas nutrisi zinc seluas 1.000 hektare dengan masa panen 110 hari setelah tanam (HST) dan produktivitas rata-rata enam ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.

Apabila produktivitas enam ton per hektare dan jika dikalikulasikan dengan tanam seluas 1.000 hektare maka jumlah total 6.000 ton. "Saya kira bila dari 6.000 ton gabah bila dikonversikan ke beras sehingga bisa mencapai 5.000 ton setara beras," kata Deni.

Sumanta (55 tahun), petani di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku, kini menanam benih varietas nutrisi zinc bantuan Pemprov Banten sebanyak 25 kilogram untuk lahan seluas satu hektare. "Kami merasa senang menerima bantuan benih gabah itu, karena benih unggul lebel ungu mampu mengendalikan stunting," katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, dr Nurul Isneini mengatakan, pihaknya sangat mendukung keterlibatan petani melakukan gerakan tanam benih padi varietas nutrisi zinc untuk menurunkan angka prevalensi stunting. Anak stunting di Kabupaten Lebak pada Juni 2022 menurun hingga tercatat sebanyak 5.596 orang dari sebelumnya 6.495 orang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement