Selasa 16 Jul 2024 11:39 WIB

Ketum Pembina Posyandu Dorong Pemkab Lebak Tekan Stunting

Pemkab Lebak menggiatkan program pemberian makanan bergizi kepada 30 anak stunting.

Ketua Umum Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tri Tito Karnavian.
Foto: Republika.co.id
Ketua Umum Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tri Tito Karnavian.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Ketua Umum Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Tri Tito Karnavian memotivasi pelajar agar rajin makan sayur dan makanan bergizi. Kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Tri mendorong, pentingnya memanfaatkan sumber daya alam yang luar biasa, terutama untuk tumbuh kembang anak dengan makanan bergizi.

"Adik-adik harus rajin makan sayur dan makanan bergizi ya agar pintar sekolahnya," ujar Tri memotivasi para pelajar SD dan SMP dalam Peresmian Pilot Project Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dikutip pada Selasa (16/7/2024).

Tri yang juga Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) pun ikut menyuapi anak kategori stunting dengan makanan bergizi. Dia sekaligus secara simbolis memberikan bantuan sembako dan makanan bergizi kepada 200 orang warga.

Dalam laporannya, Penjabat (Pj) Bupati Lebak Iwan Kurniawan menyampaikan, Pemkab Lebak telah mengintervensi angka stunting di daerahnya dengan memberikan makanan bergizi kepada 30 anak stunting selama enam bulan. Saat ini, program itu sudah berjalan selama tiga bulan.

Tri pun berharap sebagai salah satu upaya menekan angka stunting, diharapkan dengan pilot project Enam SPM, para kader posyandu bisa menerapkannya dan tidak lagi hanya fokus menangani masalah kesehatan. Menurut dia, kader posyandu sebagai mitra pemerintah, perlu mengoptimalkan pelatihan untuk mendorong enam SPM guna mewujudkan kesejahteraan.

"Kehadiran kader posyandu itu benar-benar dibutuhkan masyarakat terlebih terkait penanganan masalah data yang diperlukan pemerintah juga pendampingan masalah kesehatan, seperti penimbangan bayi maupun pemeriksaan tensi darah," ucap Tri.

Saat ini, menurut Tri, kader posyandu harus mampu menangani enam SPM. Antara lain, SPM Bidang Pendidikan, SPM Bidang Kesehatan, SPM Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, SPM Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, SPM Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum, serta SPM Bidang Perlindungan Masyarakat. "Kita minta kader posyandu itu bukan hanya penanganan tentang kesehatan saja, tetapi harus mampu memfasilitasi enam SPM," jelasnya.

Pantauan di lapangan, Pemkab Lebak telah menggiatkan program pemberian makanan bergizi kepada 30 anak stunting selama enam bulan. Program tersebut sejalan dengan program utama Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran yakni pemberian makanan bergizi secara gratis kepada anak sekolah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement