Sabtu 24 Jul 2021 09:17 WIB

Wiku: Penanganan Terlambat Sebabkan Lonjakan Kematian

Kemarin kasus kematian akibat Covid-19 kembali cetak rekor.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari
Warga menghadiri pemakaman keluarganya di lahan baru tempat pemakaman umum (TPU) khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/7/2021). Pemkot Tangerang Selatan membuka lahan baru TPU khusus COVID-19 yang dapat menampung 800 makam dikarenakan tingginya angka kematian COVID-19 di wilayah tersebut.
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Warga menghadiri pemakaman keluarganya di lahan baru tempat pemakaman umum (TPU) khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (23/7/2021). Pemkot Tangerang Selatan membuka lahan baru TPU khusus COVID-19 yang dapat menampung 800 makam dikarenakan tingginya angka kematian COVID-19 di wilayah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia semakin meningkat tajam dan terus menciptakan rekor tertingginya dalam beberapa hari terakhir. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyebut, kenaikan angka kematian yang cukup tinggi ini disebabkan oleh banyak faktor.

Salah satu faktor yang dimaksud Wiku yakni terlambatnya penanganan terhadap pasien di rumah sakit. Selain itu, kasus kematian juga disebabkan karena usia lanjut dan penyakit komorbid yang diderita pasien Covid-19.

Baca Juga

"Adanya angka kematian yang cukup tinggi ini dapat diakibatkan oleh banyak faktor baik karena terlambat dalam rujukan atau penanganan maupun akibat usia lanjut dan riwayat komorbid yang dimiliki penderita," jelas Wiku saat dikonfirmasi, Sabtu (24/7).

Untuk menekan tingginya kasus kematian akibat Covid-19, Wiku menyebut pemerintah akan terus meningkatkan upaya 3T (testing, tracing, treatment) sehingga dapat menangani pasien dengan kasus positif secara dini. Pemerintah juga akan menambah kapasitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan peluang kesembuhan para pasien.

"Pemerintah terus menggiatkan upaya 3T untuk menjaring secara dini kasus yang ada di lapangan dan menambah kapasitas pelayanan kesehatan agar pasien yang sakit dapat diberikan pelayanan kesehatan yang terbaik sehingga peluang kesembuhan tinggi," ucapnya.

Kasus kematian akibat Covid-19 ini terus mencetakkan rekor terbarunya di tengah penerapan PPKM Level 4. Dari laporan Satgas Penanganan Covid-19, kasus kematian pada Jumat (23/7) kemarin melonjak hingga 1.566 orang.

Angka penambahan ini merupakan rekor terbaru setelah pada Kamis (22/7) kemarin juga telah menciptakan rekor sebesar 1.449 orang. Sedangkan pada Rabu (21/7), kasus kematian tercatat sebesar 1.383 orang yang juga merupakan rekor saat itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement